.
Bupati Harda Kiswaya bersalaman dan mencium tangan Sri Sultan Hamengku Buwono x pada acara Syawalan di Pendopo Parasamya Sleman. (PM-Dok. Prokompim)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri Syawalan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (6/4). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY menekankan pentingnya mawas diri dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Kedatangan Sultan beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati Harda Kiswaya didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa serta jajaran Forkopimda Sleman.
Baca Juga: Lurah Condongcatur: Syawalan Sultan Perkuat Sinergi Pelayanan hingga Kalurahan Sleman
Dalam sambutannya, Sultan menegaskan, nilai-nilai Ramadan seharusnya tidak berhenti setelah Idulfitri, melainkan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurut Sultan, momentum syawalan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai keikhlasan, kesabaran, dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Dengan semangat Idulfitri, kekusutan hubungan antar sesama akan diurai kembali. Saya berharap Syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan ketugasan,” ujar Sultan.
Lebih lanjut, Sultan juga mengingatkan pentingnya prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku, yakni sikap mawas diri dalam setiap pengambilan kebijakan.
Ia menekankan, pemimpin dan aparatur pemerintah harus mampu berpikir jernih dan empatik dalam menjalankan tugasnya.
“Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik, karena bagi orang-orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada, seiring prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan aparatur yang profesional dan berintegritas.
“Pelayanan publik bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.
Acara syawalan kemudian ditutup dengan prosesi jabat tangan antara Bupati Sleman beserta jajaran Pemkab Sleman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY sebagai simbol keharmonisan dan sinergi antar pemerintah daerah. (atm)*