HUT Sleman

Di Tengah Kesibukan, Bupati Sleman Hadir Menguatkan Keluarga Lurah Condongcatur

Wijatma T S
13 May 2026
.
Di Tengah Kesibukan, Bupati Sleman Hadir Menguatkan Keluarga Lurah Condongcatur

Bupati Harda Kiswaya (tengah) bersama Lurah Reno Candra Sangaji. (PM-ist)

SLEMAN – Malam di rumah duka kawasan Kentungan, Condongcatur, Rabu (13/5/2026), terasa berbeda. Di tengah lantunan doa dan suasana haru tahlilan tiga harian wafatnya Alm. Aris Lukito, satu per satu pelayat datang memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Di antara para tamu yang hadir, tampak Bupati Sleman Harda Kiswaya, datang bersama jajaran Pemerintah Kabupaten. Kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan menjadi tanda empati dan kedekatan seorang pemimpin kepada warganya yang tengah berduka.

Malam itu, Harda Kiswaya didampingi Kepala BKAD Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas PUPKP Sleman Sukarmin, S.T., M.T. Mereka duduk bersama warga, tokoh masyarakat, dan keluarga besar dalam suasana sederhana namun hangat penuh kekeluargaan.

Bagi keluarga Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, kehadiran tersebut menjadi penguat di tengah kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi panutan keluarga.

Usai doa bersama, Harda menyampaikan pesan yang sederhana, namun terasa menenangkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia mengingatkan bahwa cinta kepada orang tua tak berhenti ketika kepergian tiba, melainkan diteruskan lewat doa, silaturahmi, dan melanjutkan kebaikan semasa hidup almarhum.

“Keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa mendoakan almarhum, khususnya sehabis salat, menjaga tradisi ziarah kubur, serta terus mempererat silaturahmi keluarga. Kebaikan-kebaikan almarhum semoga dapat terus dilanjutkan dan menjadi amal jariyah,” tuturnya.

Kalimat itu membuat suasana sejenak hening. Beberapa warga yang hadir tampak mengangguk pelan. Di tengah kesibukan pemerintahan dan aktivitas sehari-hari, pesan tentang keluarga dan doa terasa begitu dekat dengan kehidupan masyarakat.

Reno Candra Sangaji sendiri tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Sleman beserta jajaran Pemkab Sleman kepada keluarganya.

“Atas nama keluarga dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Sleman beserta jajaran. Kehadiran ini menjadi penguat dan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Reno.

Bagi warga yang hadir, momen tersebut meninggalkan kesan mendalam. Kehadiran seorang pemimpin daerah di tengah masyarakat yang sedang berduka dinilai menjadi contoh bahwa hubungan pemerintah dan warga tidak hanya terbangun dalam urusan pelayanan, tetapi juga dalam rasa kemanusiaan.

Malam semakin larut ketika doa penutup dipanjatkan bersama. Namun suasana hangat yang tercipta di rumah duka malam itu seolah menyampaikan satu hal sederhana: di tengah jabatan dan kesibukan, empati tetap menjadi bahasa paling dekat bagi seorang pemimpin kepada rakyatnya. (Jatmo)

Dilarang

Baca Juga