Platinum

Perempuan Sleman Kompak “Nglarisi” Pasar, GEMPAR Dongkrak UMKM Lokal

Wijatma T S
23 April 2026
.
Perempuan Sleman Kompak “Nglarisi” Pasar, GEMPAR Dongkrak UMKM Lokal

Ketua TP PKK Sleman, Mila Harda Kiswaya, memimpin Gempar di Pasar Denggung, Rabu (22/4/2026). (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Semangat emansipasi yang diwariskan R.A. Kartini mendapat wujud nyata di Kabupaten Sleman. Ratusan perempuan dari berbagai organisasi turun langsung ke pasar tradisional dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), sebuah inisiatif untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Aris Herbandang, SIP, MT, menyampaikan GEMPAR menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini ke-147, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, serta menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada 22 hingga 30 April 2026.

“Tujuan utama GEMPAR adalah meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat sekaligus mendorong pendapatan pedagang tradisional,” ujarnya.

Melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 0262 Tahun 2026, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemkab Sleman diajak aktif berbelanja di pasar tradisional. 

Tidak hanya itu, mereka juga diminta mendokumentasikan kegiatan tersebut dan membagikannya di media sosial sebagai bentuk kampanye publik.

Yang menarik, gerakan ini mendapat dukungan kuat dari berbagai organisasi perempuan di Sleman. Di antaranya Persit Kodim Sleman, Bhayangkari Polresta Sleman, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Dharmayukti Karini, Dharma Wanita Persatuan Kemenag dan Kementerian Haji Sleman, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), hingga Dharma Wanita Persatuan di tingkat kapanewon dan kalurahan.

Mereka kompak melakukan aksi “nglarisi” atau berbelanja bersama di pasar tradisional, menyapa langsung para pedagang yang sebagian besar merupakan perempuan.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya, menilai momentum ini sangat strategis. Selain memperingati Hari Kartini, kegiatan ini juga menjadi sarana nyata perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Meramaikan pasar rakyat berarti ikut memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi perempuan yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap GEMPAR mampu meningkatkan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), memperkuat daya saing UMKM, serta menjadikan pasar rakyat kembali sebagai pusat ekonomi yang hidup dan berkelanjutan.

Partisipasi aktif masyarakat, terutama perempuan, dinilai menjadi kunci sukses gerakan ini dalam membangun ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif. (atm)*

Dilarang

Baca Juga