.
Lurah Trimurti, Srandakan, Bantul, Agus Purwaka, S.T. (PM-ist)
Patmamedia.com (BANTUL) – Pendapatan Asli Desa (PAD) Kalurahan Trimurti mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari semula sekitar Rp120 juta, kini PAD Trimurti telah mencapai Rp235 juta. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan dan pengelolaan potensi desa yang terus berkembang.
Tokoh masyarakat Trimurti, Agus Purwaka, ST, menilai peningkatan PAD tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah kalurahan bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak warga untuk menjaga semangat kebersamaan agar berbagai capaian yang telah diraih dapat terus ditingkatkan.
"Mari bersama kita lanjutkan dan tingkatkan prestasi Trimurti yang telah kita bangun bersama. Keberhasilan ini bukan milik satu orang, melainkan hasil gotong royong seluruh masyarakat. Ke depan, semangat kebersamaan ini harus terus kita jaga agar Trimurti semakin maju dan sejahtera," ujar Agus Purwaka, Selasa (14/7).
Menurut Agus, kenaikan PAD menjadi bukti bahwa pembangunan yang dijalankan selama ini memberikan dampak nyata terhadap kemajuan Kalurahan Trimurti. Ke depan, peningkatan pendapatan desa diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain peningkatan PAD, Trimurti juga mencatat berbagai capaian di bidang infrastruktur. Kawasan bundaran telah menjadi pintu gerbang Kabupaten Bantul, seluruh padukuhan telah terhubung jalan beraspal, serta penerangan jalan umum (PJU) telah menjangkau jalan raya Srandakan, jalan kabupaten, hingga jalan kampung.
Di sektor budaya dan pariwisata, Trimurti berhasil meraih predikat Kalurahan Mandiri Budaya terbaik kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Upacara Adat Bakda Mangiran dan Mie Lethek juga memperoleh Penghargaan Warisan Budaya Takbenda dari Kementerian Kebudayaan.
Berbagai prestasi lainnya turut mengharumkan nama Trimurti, di antaranya Juara II Lomba Inovasi Daerah tingkat Kabupaten Bantul melalui Kelompok Pegiat Wisata Sanchara Murti, inovasi Tari Riyo Manggolo, serta sederet penghargaan pada berbagai lomba seni dan budaya.
Di bidang masyarakat, kesehatan, dan pendidikan, Trimurti sukses meraih Juara I Lomba Posyandu tingkat DIY dan Juara II Lomba Perpustakaan tingkat Kabupaten Bantul. Pemerintah kalurahan juga secara rutin memberikan fasilitasi bagi PAUD dan taman kanak-kanak.
Sementara pada sektor sarana dan prasarana, berbagai fasilitas olahraga telah dibangun untuk masyarakat, seperti lapangan sepak bola, GOR GHRA Murti, dan Gedung Futsal Tegalombo.
Kemajuan juga terlihat di sektor ekonomi, pertanian, dan legalitas. Lebih dari 90 persen bidang tanah di Trimurti telah bersertifikat melalui program sertifikasi yang mudah, cepat, dan terjangkau. Pengembangan produk unggulan Mie Lethek diperkuat dengan pembangunan rumah produksi beserta sarana pendukungnya, sementara ketahanan pangan didukung melalui sistem irigasi yang baik serta pemberdayaan kelompok tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok perikanan, dan kelompok peternak.
Agus berharap seluruh capaian tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan menjaga semangat gotong royong.
"Prestasi yang sudah kita raih harus menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Dengan kebersamaan dan partisipasi masyarakat, saya yakin Trimurti akan semakin maju, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya. (wag)