Platinum

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Celurit dan Golok Disita

Wagino
13 July 2026
.
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Celurit dan Golok Disita

Barang bukti sajam yang digunakan para pelaku pengroyokan. (PM-ist)

Patmamedia.com (BANTUL) – Polisi berhasil mengungkap kasus pengeroyokan disertai kekerasan terhadap seorang pelajar di Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul. 

Empat terduga pelaku berhasil diamankan bersama sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Pengungkapan kasus dilakukan Unit Reskrim Polsek Sanden dengan dukungan Opsnal Satreskrim Polres Bantul dan Unit Reskrim Polsek Srandakan setelah menerima laporan korban pada 12 Juli 2026.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan korban dan keterangan para saksi hingga akhirnya polisi berhasil mengidentifikasi para pelaku.

"Petugas berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku beserta keberadaannya, kemudian langsung dilakukan pengamanan untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Hidayanto.

Empat terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial ASA (17), FNS (17), DBK alias D (18), dan AKPP (17). 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keempatnya mengakui keterlibatan dalam aksi kekerasan sesuai peran masing-masing.

Peristiwa bermula pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB saat korban, pelajar berinisial R.S.P. (16), bersama teman-temannya mencari rombongan pengendara motor yang sebelumnya melintas di wilayah Srigading.

Di kawasan Perempatan Jembatan Merah, rombongan korban berpapasan dengan sekitar 20 orang yang mengendarai sekitar 10 sepeda motor. 

Saat korban berbalik arah, rombongan pelaku mengejar dari belakang.

Salah seorang pelaku menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Korban kemudian diseret ke pinggir sawah dan dianiaya menggunakan senjata tajam. 

Selain melukai korban, para pelaku juga merusak sepeda motor miliknya.

Korban mengalami luka bacok pada tangan hingga kehilangan banyak darah. 

Beruntung anggota kepolisian tiba di lokasi sehingga para pelaku melarikan diri. Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Saras Adyatma Bambanglipuro sebelum dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Dari hasil penyidikan, polisi menyita tiga bilah celurit, satu bilah golok, serta sepeda motor Honda Vario milik korban yang mengalami kerusakan.

Hidayanto menjelaskan, ASA diduga membacok korban menggunakan golok sekaligus merusak sepeda motor korban. 

FNS diduga memukul korban dengan tangan kosong, DBK membacok sepeda motor korban, sedangkan AKPP diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh serta membawa golok.

"Saat ini keempat terduga pelaku telah diamankan dan penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti serta mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat," kata Hidayanto.

Sementara itu, Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan, terutama yang menggunakan kekerasan dan senjata tajam.

Ia mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hingga dini hari, serta mengingatkan agar tidak terlibat dalam konvoi maupun tawuran yang berpotensi berujung pidana.

"Kami pastikan setiap pelaku kejahatan jalanan akan kami tindak tegas sesuai proses hukum yang berlaku. Dukungan masyarakat juga sangat penting untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini," tegas Bayu. (wag)

Dilarang

Baca Juga