.
Ketua KONI Sleman, Haris Sutarta (tengah) didampingi sebelah kanan ketua PODSI Sleman Subardi bersama jajarannya bertekademgukir prestasi di Porda 2027. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi atlet menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027 di Kulonprogo, meski masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana latihan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Pengurus Kabupaten (Raker Pengkab) PODSI Sleman Tahun 2026 yang digelar di Warung Gudeg Gajah Kembar, Dusun Watugajah, Sendangagung, Minggir, Selasa (16/6/2026).
Ketua Umum KONI Kabupaten Sleman, Haris Sutarta, menekankan pentingnya disiplin, kerja keras, dan kepatuhan atlet terhadap arahan pelatih sebagai kunci meraih prestasi.
“Utamanya semangat untuk berlatih dan mengikuti arahan pelatih itu sangat penting, karena pelatih yang lebih menguasai potensi atlet sehingga bisa mencapai prestasi lebih baik,” ujar Haris saat membuka kegiatan.
Haris juga mengapresiasi capaian atlet dayung Sleman pada Porda Gunungkidul yang berhasil meraih dua medali emas, enam perak, dan lima perunggu.
Selain itu, ia menyoroti keberhasilan atlet Arbain Wisnu Mukti yang lolos menjadi personel TNI AD serta Nur Khasanah yang memperoleh beasiswa kuliah gratis di Universitas Mercu Buana Yogyakarta setelah menorehkan prestasi di cabang dayung.
“Kami sampaikan apresiasi atas capaian prestasi atlet-atlet PODSI Sleman, dan berharap pencapaian ini menjadi modal untuk lebih berprestasi di masa yang akan datang,” katanya.
Di sisi lain, Haris mengingatkan para atlet agar tidak patah semangat meskipun fasilitas latihan yang dimiliki masih sangat terbatas.
Menurutnya, latihan fisik yang konsisten dapat menjadi modal utama untuk membentuk atlet yang tangguh dan kompetitif.
Ketua Umum PODSI Sleman, Subardi mengungkapkan, keterbatasan sarana menjadi tantangan utama dalam pembinaan atlet.
Saat ini, banyak perahu dan alat dayung yang mengalami kerusakan, sementara lokasi latihan yang tersedia hanya Embung Kaliaji Turi dengan lintasan sekitar 100 meter, jauh dari standar ideal yang mencapai lebih dari 1.000 meter.
“Sarana prasarana alat, perahu dan dayung banyak yang rusak. Tempat latihan yang bisa diandalkan hanya di Embung Kaliaji Turi dengan lintasan panjang 100 meter. Kita bisa seperti ini karena SDM dan atlet yang hebat,” ungkap Subardi.
Untuk menjaga kualitas pembinaan, PODSI Sleman menyiasati keterbatasan tersebut melalui program latihan minimalis serta memanfaatkan fasilitas latihan fisik gratis di Stars Gym & Aerobik Donokerto, Turi.
Subardi berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap kebutuhan sarana dan program pembinaan atlet agar prestasi dayung Sleman terus meningkat secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Raker, Jaiudin Walid, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti seluruh pengurus dan atlet PODSI Sleman.
Agenda yang dibahas meliputi laporan pertanggungjawaban tahun 2025, evaluasi program kerja, penyusunan program kerja 2026, hingga persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi.
“Pada raker ini dibahas pula rencana penyelenggaraan Kejurkab pada bulan Juli, persiapan mengikuti pemusatan latihan, juga mematangkan teknik dan mental atlet untuk berlaga pada Porda di Kulonprogo tahun depan,” jelas Jaiudin.
Raker juga menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk memperkuat pembinaan atlet sejak dini sekaligus menyusun strategi peningkatan prestasi dayung Sleman di tingkat DIY maupun nasional. (atm)*