.
Pentas tari dari warga disuguhkan kepada tim juri sebelum penilaian. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) – Padukuhan Petung, Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang, menampilkan berbagai potensi unggulan berupa UMKM, kerajinan, serta sektor pertanian berbasis ketahanan pangan dalam Lomba Pengagungan tingkat Kapanewon Panggang, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penilaian dilakukan oleh tim dari Kapanewon Panggang dengan menitikberatkan pada partisipasi masyarakat, pemanfaatan potensi lokal, serta penguatan ketahanan pangan.
Dukuh Petung, Sugianto, memaparkan Padukuhan Petung memiliki luas wilayah 283,86 hektare yang terbagi dalam enam RT dengan jumlah penduduk sebanyak 435 jiwa.
Menurutnya, masyarakat aktif menjalankan berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pertemuan rutin warga, kerja bakti kebersihan lingkungan, hingga pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui posyandu balita, remaja, dan lansia.
Ia juga menegaskan hampir seluruh warga memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai tanaman pangan sebagai upaya memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
"Dengan memanfaatkan lahan, kebutuhan sehari-hari bisa tercukupi," kata Sugianto.
Sementara itu, Lurah Giriwungu, Tulus, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Panewu Panggang beserta tim penilai.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat Padukuhan Petung untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia menjelaskan, meski pelaksanaan Lomba Pengagungan tahun ini dikemas berbeda dari biasanya, antusiasme warga tetap tinggi.
Berbagai potensi seperti pertanian, UMKM, dan kerajinan terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi masyarakat.
"Kami berharap tim juri dapat melihat dan menilai potensi yang dimiliki Padukuhan Petung secara objektif," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Panewu Panggang, Sustiwiningsih, mengajak masyarakat untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan agar lebih produktif.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan partisipasi warga sebagai modal utama pembangunan di tingkat padukuhan.
"Pemanfaatan pekarangan untuk hortikultura perlu terus dilanjutkan agar kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (Wag)