.
Acara kenduri sedekah labuh di Kalurahan Girimulyo. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) – Warga Kalurahan Girimulyo, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, menggelar tradisi kenduri Sedekah Labuh sebagai bentuk doa bersama menjelang musim tanam, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Girimulyo itu menjadi salah satu tradisi tahunan yang masih terus dilestarikan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan Girimulyo Mengaji pada Sabtu pagi, sebuah kegiatan keagamaan yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Dalam tradisi Sedekah Labuh, setiap padukuhan membawa ambeng berisi nasi dan berbagai ubo rampe untuk didoakan bersama oleh rois Kalurahan Girimulyo.
Doa bersama itu dipanjatkan agar masyarakat diberikan kelancaran dalam memulai masa tanam, baik padi, palawija maupun berbagai tanaman lainnya. Warga juga berharap hasil pertanian melimpah dan tanaman dijauhkan dari serangan hama.
Lurah Girimulyo, Drs. Sunuraharjo, mengapresiasi kekompakan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi Sedekah Labuh hingga saat ini.
"Selain untuk nguri-uri tradisi, Sedekah Labuh juga menjadi sarana untuk menjalin persaudaraan dan menjaga kerukunan antarwarga," ujar Sunuraharjo.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Sedekah Labuh tahun ini berlangsung meriah sejak pagi hingga malam hari. Pada Jumat pagi, warga mengikuti kegiatan Senam Germas bersama.
Selanjutnya pada siang hari digelar kenduri Sedekah Labuh yang diikuti masyarakat dari berbagai padukuhan di Kalurahan Girimulyo.
Sementara pada malam harinya, warga disuguhi pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Priyo Sutrisno.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan Girimulyo Mengaji. Kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun dan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sunuraharjo menyampaikan rasa bangganya terhadap warga Girimulyo yang selama ini tetap menjaga semangat guyub rukun serta menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi, budaya dan keagamaan.
Ia berharap pelaksanaan Sedekah Labuh dan berbagai rangkaian kegiatannya tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mempererat persaudaraan dan silaturahmi antarmasyarakat.
"Semoga dengan Sedekah Labuh ini persaudaraan semakin erat, silaturahmi tetap terjaga, sehingga persatuan dan kesatuan masyarakat Girimulyo semakin kuat," katanya.
Tradisi Sedekah Labuh menjadi bukti bahwa nilai budaya dan kearifan lokal masih hidup di tengah masyarakat Girimulyo. Perpaduan antara kegiatan budaya, sosial dan keagamaan tersebut menjadi kekuatan masyarakat dalam menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan warisan leluhur. (Wag)