Patmamedia.com (SLEMAN) – PDAM Tirta Sembada kembali menghadirkan program layanan murah bagi masyarakat kurang mampu melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR) hanya dengan biaya Rp 50 ribu.
Program ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas akses air bersih di Sleman pada 2026 mendatang.
Direktur PDAM Tirta Sembada, Edy Nugroho SE MM, mengatakan perluasan layanan SR akan dilakukan melalui program infrastruktur reguler daerah yang dicanangkan pemerintah pusat. Pada tahap awal 2026, sedikitnya 917 SR baru akan disambungkan kepada warga.
"Pada tahun 2026 awal rencana kita akan melakukan penyambungan sebanyak 917 sambungan rumah, ini program dari pemerintah pusat. Saat ini sudah dapat sekitar 400-an SR," ujar Edy saat menerima audiensi pengurus PWI Sleman, Jumat (21/11/2025).
Edy menjelaskan, program pemasangan murah ini memanfaatkan suplai dari SPAM Regional Bantar Kali Progo, sehingga air bersih dapat didistribusikan secara optimal kepada masyarakat.
"Ini syaratnya yang dilayani hanya dari air SPAM Regional dari Bantar Kali Progo, ini hanya untuk pengembangan agar SPAM Regional airnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, biaya pemasangan Rp 50 ribu," jelasnya.
Program ini menyasar rumah tangga berpenghasilan rendah di sejumlah wilayah, antara lain Minggir, Moyudan, Godean, Gamping, Nogotirto, Mlati sisi timur, Sleman, Ngaglik, Kalasan, dan Depok.
Sementara itu, wilayah yang tidak masuk cakupan layanan meliputi Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak, dan Prambanan.
Edy menegaskan, prioritas utama program ini adalah memberikan akses air bersih yang terjangkau kepada masyarakat kurang mampu.
"Kami berharap melalui program ini, masyarakat yang tidak mampu bisa menikmati air bersih, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Hingga saat ini, PDAM Tirta Sembada telah memiliki 45.936 SR aktif. Dengan tambahan 917 SR dari program pusat serta sekitar 2.000 SR reguler pada 2026, PDAM menargetkan peningkatan cakupan layanan dari 13 persen menjadi 14 persen. (atm)*