Malam Tirakatan Hari Jadi Sleman di Condongcatur, Prestasi Posyandu hingga Pertashop Jadi Sorotan
Wijatma T S
14 May 2026
.
Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji menyerahkan potongan tumpeng kepada Panewu Depok, Rahmat Harinawan, menandai acara tirakatan HUT ke-110 Kabupaten Sleman. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman secara sederhana namun khidmat di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Kamis (14/5/2026) malam.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum doa dan refleksi, tetapi juga ajang menampilkan berbagai capaian pembangunan dan prestasi masyarakat.
Acara tersebut digelar berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman Tahun 2026.
Hadir dalam kegiatan itu Panewu Depok, BPKal Condongcatur, pamong kalurahan, lembaga kemasyarakatan, BUMKal Nyawiji, KDMP Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat.
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., mengajak seluruh masyarakat bersyukur atas perjalanan Kabupaten Sleman yang kini memasuki usia ke-110 tahun.
“Semoga Kabupaten Sleman semakin maju, guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, dan semakin sejahtera warganya,” ujar Reno.
Dalam kesempatan tersebut, Reno juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi TP Posyandu Kalurahan Condongcatur dan TP Posyandu Asparagus II yang berhasil meraih Juara I dan maju mewakili lomba tingkat nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan nilai tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain prestasi bidang pelayanan masyarakat, Reno turut memaparkan perkembangan pengelolaan usaha desa.
Salah satunya operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur di Pringwulung yang mulai beroperasi sejak Januari 2026 dan dikelola oleh BUMKal Nyawiji Condongcatur.
Tak hanya itu, usaha Pertashop di Padukuhan Pondok juga disebut berhasil menjadi Pertashop terlaris nomor dua di Indonesia.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat serta upaya-upaya pengembangan usaha desa yang terus dilakukan untuk meningkatkan pemasukan kalurahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Panewu Depok, Rahmat Harinawan, S.Sos., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan malam tirapkatan tersebut sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus mengingatkan masyarakat bahwa 15 Mei merupakan Hari Jadi Kabupaten Sleman.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tanggal 15 Mei merupakan Hari Jadi Kabupaten Sleman,” katanya.
Rahmat yang baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Panewu Depok juga memohon dukungan seluruh kalurahan agar dapat menjalankan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh pamong kalurahan terus “ngemong” masyarakat demi terciptanya wilayah yang aman, nyaman, ayem, dan harmonis.
Dalam kesempatan itu, Rahmat juga membacakan sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan, malam tirakatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman selama 110 tahun.
Bupati menyebut tirakatan sebagai laku prihatin dan introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta mempererat hubungan antarsesama.
Selain itu, masyarakat diajak terus hidup sederhana, menjunjung kejujuran dan ketulusan, serta menjaga semangat persatuan dan gotong royong demi mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
Semangat tersebut selaras dengan tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 Tahun 2026, yakni “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, yang dimaknai sebagai tekad bersama seluruh aparatur dan masyarakat untuk saling mendukung demi keselamatan dan kesejahteraan warga.
Kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Lurah Condongcatur diserahkan kepada Panewu Depok, dilanjutkan ramah tamah sambil menikmati hidangan. (atm)