Platinum

GKR Hemas Dorong Komunitas Penggiat Berbasis Usia di Kalurahan Bersinar DIY

Wijatma T S
28 May 2025
.
GKR Hemas Dorong Komunitas Penggiat Berbasis Usia di Kalurahan Bersinar DIY

(PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan hukum. Dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. 

Hal itu ditegaskan GKR Hemas, Ketua BK3S DIY sekaligus Wakil Ketua DPD RI, saat membuka Pelatihan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di Kalurahan Condongcatur, Sleman, Rabu (28/5/2025).

Dalam sambutannya, GKR Hemas mendorong pembentukan komunitas penggiat anti-narkoba berbasis usia, sebagai strategi edukatif dan preventif yang relevan dengan karakter setiap kelompok umur.

“Setiap kelompok usia memiliki cara pandang, kebutuhan informasi, dan pola komunikasi yang berbeda. Maka, pendekatannya pun harus disesuaikan,” tegasnya.

Acara yang digelar oleh BK3S DIY ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain pengurus BK3S DIY, Kepala BNNP DIY yang diwakili oleh David H. Andar Hutapea, SH., M.Si

Kapolda DIY yang diwakili oleh Dirresnarkoba Kombes Pol Roedy Yoelianto, S.I.K., M.H., Kepala Dinas Kesehatan DIY, Kepala Bakesbangpol DIY, Kepala Bank BPD DIY, Kepala Dinas Sosial DIY serta Lurah Condongcatur.

Turut hadir pula 70 peserta pelatihan penggiat Kalurahan Bersinar dari 10 Kalurahan percontohan yang ditetapkan BNN.

Antara lain Condongcatur dan Sidorejo (Sleman), Hargomulyo, Panjatan (Kulonprogo), Terong dan Ngestiharjo (Bantul), Wonosari, Piyaman (Gunungkidul), Bumijo dan Bausasran (Kota Yogyakarta).

Masing-masing Kalurahan diwakili oleh 7 orang dari unsur PKK, Karang Taruna, Kader Desa, Pamong Kalurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Ketua Panitia Penyelenggara, Dr. Sugiyanto, S.Sos., MM, yang juga Sekretaris Umum BK3S DIY, menyampaikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama tiga hari: 28 Mei, 2 dan 3 Juni 2025. 

Kegiatan ini bertujuan membekali para penggiat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba).

“Kita ingin meningkatkan kewaspadaan di tingkat Kalurahan dan memperkuat kapasitas individu, kelembagaan, dan jejaring lingkungan dalam memerangi narkoba secara mandiri,” jelas Dr. Sugiyanto.

Dengan pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak utama di wilayah masing-masing untuk menciptakan Kalurahan bersih narkoba, membentuk generasi muda yang sehat, dan menciptakan kehidupan sosial yang aman dan nyaman.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat desa, DIY diharapkan menjadi provinsi percontohan dalam gerakan komunitas anti-narkoba yang berbasis usia dan berbasis akar rumput.(atm)

Dilarang

Baca Juga