.
Sri Sultan HB X memberi tanda penghargaan Lencana Darma Bakti kepada Bupati dan Wakil Bupati Sleman. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Komitmen Kabupaten Sleman dalam mendukung perkembangan Gerakan Pramuka mendapat pengakuan istimewa. Bupati Sleman, Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menerima Tanda Penghargaan Lencana Darma Bakti pada Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-64 yang digelar Kwarda DIY di Lapangan Trirenggo Bantul, Kamis (21/8).
Penghargaan itu disematkan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) DIY, didampingi Ketua Kwarda DIY, GKR Mangkubumi. Lencana Darma Bakti diberikan kepada anggota dewasa, baik dari dalam maupun luar Gerakan Pramuka, yang dinilai berjasa dan memberi pengabdian luar biasa bagi kemajuan Pramuka.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Pemkab Sleman untuk terus bersatu, berkolaborasi, dan memajukan Gerakan Pramuka di seluruh tingkatan.
“Saya bersama bapak Wakil Bupati Sleman berterimakasih dan semoga ini menjadi motivasi kami untuk terus memajukan Gerakan Pramuka di Sleman. Pemkab Sleman tentu akan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan dan program kepramukaan yang ada di Sleman serta memberikan manfaat bagi masyarakat Sleman,” ujar Harda.
Sementara itu, Sri Sultan HB X dalam amanatnya menekankan, Hari Pramuka harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan inspirasi, bukan sekadar seremoni. Tema nasional tahun ini, Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa, menurut Sultan, menegaskan pentingnya kebersamaan, sinergi, dan gotong royong dalam menjaga ketahanan bangsa.
“Jadilah generasi yang tangguh, berintegritas, kreatif dan peduli serta mampu memimpin perubahan. Buktikan Dasa Darma tidak hanya janji tapi laku hidup sehari-hari. Mari kita jaga pramuka sebagai sekolah kehidupan. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia,” tegas Sultan.
Lebih jauh, Sultan menegaskan bahwa Pramuka harus terus berinovasi seiring dinamika zaman, namun tetap menjaga nilai kebersamaan dan persaudaraan. Regenerasi menjadi kunci agar Gerakan Pramuka tetap relevan dan mampu bertahan lintas generasi sebagai benteng karakter bangsa. (atm)*