.
Penampilan kesenian Trethek warga Padukuhan wuni. (PM-Wagino)
GUNUNGKIDUL – Warga Padukuhan Wuni, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, menampilkan kekompakan luar biasa saat mendapat giliran mengikuti lomba pengagungan tingkat kapanewon, Rabu (6/8/2025).
Mereka mewakili Kalurahan Giricahyo dalam ajang tahunan yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Dengan mengenakan pakaian adat Jawa, warga menyambut hangat kedatangan Panewu Purwosari beserta tim penilai. Berbagai potensi seni dan budaya ditampilkan, mulai dari gejok lesung toklik, trethek, wayang mocopatan panenggromo, hingga hadroh sholawat Jawa.
Dukuh Wuni menegaskan, pengagungan tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. “Artinya warga bersatu padu untuk menuju rakyat Indonesia yang sejahtera. Banyak potensi yang ada di Padukuhan Wuni, baik di bidang seni maupun keagamaan. Selain itu, ketahanan pangan di Wuni juga bagus untuk mengurangi ketergantungan membeli kebutuhan dari luar,” ujarnya.
Padukuhan Wuni memiliki luas 397,35 hektare dengan empat RT dan satu RW. Jumlah penduduknya mencapai 388 jiwa atau 137 kepala keluarga, mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, diikuti pegawai, buruh, dan pedagang.
“Dengan semangat yang tinggi, semoga warga Wuni tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Sementara itu, Panewu Purwosari, Baryono Buang Prastyo, menjelaskan lomba pengagungan menjadi agenda rutin tahunan untuk memeriahkan HUT RI sekaligus sarana evaluasi kondisi padukuhan.
“Kami bersama tim terjun untuk mengevaluasi kegiatan dan keberadaan serta kondisi warga. Padukuhan Wuni juga patut diapresiasi karena lunas pajak 100 persen di tahun 2025 ini. Lomba pengagungan tidak harus juara, yang penting ikut berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI,” tuturnya. (Wag)