Platinum

Sinergi Kadin–Pemkab Sleman Diperkuat, Fokus SDM dan Kurasi UMKM Ekspor

Wijatma T S
09 April 2026
.
Sinergi Kadin–Pemkab Sleman Diperkuat, Fokus SDM dan Kurasi UMKM Ekspor

Wabup Danang Maharsa (berbaju batik) tengah berdialog dengan salah satu pengusaha UMKM. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kamar Dagang dan Industri Sleman semakin diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. 

Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta pembenahan sistem pembinaan dan kurasi pelaku UMKM.

Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan Syawalan yang digelar di Kantor Kadin Sleman, Jalan Merbabu, Tridadi, Kamis (9/4/2026).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Kadin dan seluruh perangkat daerah guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

“Kolaborasi harus terus diperkuat dengan semangat saling mendukung agar program pembangunan berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Danang.

Danang juga menyoroti keunggulan jaringan Kadin yang terhubung hingga tingkat nasional. 

Menurutnya, jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka akses program dan dukungan dari pemerintah pusat.

“Kadin memiliki jejaring hingga kementerian dan lembaga pusat. Ini merupakan peluang strategis untuk mendukung percepatan pembangunan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menyebut kegiatan Syawalan menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk membangun komunikasi dan menyelaraskan program kerja,” jelas Yudi.

Menurutnya, Kadin Sleman saat ini aktif melakukan identifikasi kebutuhan atau “belanja masalah” agar program yang disusun lebih tepat sasaran dan selaras dengan perangkat daerah.

Dalam pengembangan SDM, Kadin Sleman memprioritaskan peningkatan kualitas generasi muda usia produktif melalui program pendidikan dan pelatihan berbasis lembaga kursus dan pelatihan (LKP). 

Program tersebut menyasar pelajar, mahasiswa, serta masyarakat yang belum bekerja, termasuk membuka peluang kerja di luar negeri.

Di sektor UMKM, Kadin Sleman mendorong peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta penguatan branding sebagai langkah meningkatkan daya saing.

“Kami mendorong pelaku UMKM tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga kualitas dan identitas produk,” tegas Yudi.

Menariknya, dalam kegiatan tersebut ditampilkan produk UMKM lokal yang berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya produk parfum milik pelaku usaha binaan Kadin Sleman. 

Produk tersebut telah dipasarkan melalui platform digital dan menjangkau pasar internasional dengan harga Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per botol.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UMKM Sleman memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung strategi yang tepat.

Dengan semakin solidnya kolaborasi antara Kadin dan Pemkab Sleman, berbagai program strategis diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. (atm)*

Dilarang

Baca Juga