Warga Margoluwih Sepakat Bentuk Koperasi Desa Merah Putih, Gotong Royong Bangun Ketahanan Pangan
Muh Sugiono
20 June 2025
.
Lurah Kalurahan Margoluwih Sunaryo di hadapan forum muskalsus pada Rabu 28 Mei 2025. (PM- dok Margoluwih)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Di tengah ancaman ketahanan pangan dan tekanan ekonomi global, warga Kalurahan Margoluwih, Kapanewon Seyegan, Sleman bergerak cepat. Melalui Musyawarah Kalurahan Khusus (Muskalsus) yang digelar pada Rabu malam (28/5), pemerintah kalurahan bersama warga sepakat membentuk Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah konkret memperkuat ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian pangan.
Mengutip unggahan di website Kalurahan Margoluwih, musyawarah berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Kalurahan Margoluwih. Forum dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari Penewu Anom Kapanewon Seyegan, perwakilan Dinas Koperasi, Bhabinkamtibmas, Pamong Kalurahan, BPKal, serta lembaga kemasyarakatan seperti LPMKal, PKK, RT, RW, Posyandu, Linmas, Karang Taruna hingga tokoh masyarakat setempat.
“Pembentukan koperasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab tantangan ekonomi desa. Koperasi Merah Putih diharapkan bisa menjadi wadah gotong royong warga untuk memperkuat pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ungkap perwakilan dari Dinas Koperasi yang hadir dalam forum tersebut.
Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan inisiatif nasional yang digagas Kementerian Koperasi RI, menyasar desa-desa sebagai titik awal kebangkitan ekonomi kerakyatan. Dengan asas kekeluargaan dan partisipasi, koperasi ini dirancang untuk menjadi penggerak ekonomi lokal yang tahan banting terhadap krisis global, perubahan iklim, hingga dampak pascapandemi.
Lurah Kalurahan Margoluwih Sunaryo mangatakan, selain menyepakati pembentukan koperasi, Muskalsus juga menetapkan struktur kepengurusan awal sebagai fondasi organisasi. Para peserta sepakat koperasi ini tidak hanya akan menjadi sarana distribusi produk lokal, tetapi juga pusat akses permodalan dan pasar bagi petani dan pelaku UMKM Margoluwih.
“Diharapkan dengan koperasi ini, warga punya pegangan bersama untuk maju, tidak lagi tergantung dari luar. Kita bisa kuat kalau jalan bareng,” ungkap Sunaryo.
Langkah Kalurahan Margoluwih ini menjadi cerminan semangat desa-desa di Indonesia dalam membangun dari bawah, dengan akar budaya gotong royong dan visi kemandirian ekonomi yang semakin relevan di tengah tantangan zaman.***