.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UPN “Veteran” Yogyakarta. (PM-ist.)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta mendorong perempuan di Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Sleman, untuk semakin mandiri dan ikut menggerakkan ekonomi keluarga melalui pendampingan Desa PRIMA (Perempuan Indonesia Maju dan Mandiri).
Pendampingan ini dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UPN “Veteran” Yogyakarta melalui skema Mitra Kerja Sama Pemerintah (PbM-P). Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Hibah Internal Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Yogyakarta Tahun Anggaran 2026.
Ketua Tim PkM UPN “Veteran” Yogyakarta, Dr. Adi Soeprapto, S.Sos., M.Si., mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan membentuk organisasi, tetapi juga mendorong perempuan desa menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi lokal.
“Perempuan desa didorong untuk tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan bertransformasi menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi lokal,” kata Adi saat ditemui di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta, Selasa (2/9).
Program yang dipusatkan di Kalurahan Sendangarum itu mengusung tema “Pendampingan Perintisan Desa PRIMA sebagai Sinergi Pemberdayaan Perempuan melalui Optimalisasi Potensi Sumberdaya Lokal menuju Ketahanan Ekonomi Keluarga.”
Menurut Adi, program tersebut dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan untuk menjawab berbagai kerentanan sosial-ekonomi yang dihadapi perempuan di pedesaan.
Pendampingan Desa PRIMA “Arum Manis” dilakukan secara bertahap. Salah satunya melalui Workshop Inisiasi dan Sosialisasi Kebijakan Desa PRIMA yang digelar pada Juni 2026.
Kegiatan tersebut diikuti Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti, pamong kalurahan, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BP-Kal), kader perempuan, hingga pelaku UMKM.
Dalam workshop itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kebijakan Desa PRIMA, termasuk landasan hukum, teknis, serta tata cara pembentukannya.
Narasumber yang hadir berasal dari Dinas P3AP2 DIY, yakni Rofiqoh Widiastuti, S.Sos., M.P.H., serta Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, Anik Widaryanti, SP, M.Si.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak sebelum Desa PRIMA “Arum Manis” dibentuk secara resmi.
Setelah workshop, tim PkM UPN “Veteran” Yogyakarta melanjutkan pendampingan dengan memfasilitasi pembentukan dan legalisasi pengurus Desa PRIMA pada Juni 2026.
Bersama Naresthi Primasari dari Dinas P3AP2 DIY, tim memfasilitasi musyawarah untuk menentukan struktur organisasi Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA “Arum Manis”.
Hasilnya, kepengurusan tersebut resmi ditetapkan melalui SK Lurah Sendangarum Nomor 20 Tahun 2026 tentang Pembentukan Pengurus KEP Desa PRIMA “Arum Manis” Kalurahan Sendangarum Masa Bakti 2026–2031.
Kelompok tersebut dipimpin Handayani dan memiliki sejumlah divisi, yakni Produksi, Pemasaran, Informasi dan Dokumentasi, serta Humas.
Tak berhenti pada pembentukan organisasi, UPN “Veteran” Yogyakarta juga memberikan pelatihan manajemen dan tata kelola kelembagaan pada 21 Agustus 2026.
Pelatihan yang menghadirkan Widanarti dari Yayasan Daya Annisa tersebut membahas mekanisme tata kelola dan manajemen kelembagaan bagi pengurus KEP Desa PRIMA “Arum Manis”.
Adi mengatakan pelatihan tersebut penting agar organisasi yang sudah dibentuk bisa berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.
“Pelatihan untuk menjamin keberlanjutan dan kemandirian organisasi,” ujarnya.
Adi berharap KEP Desa PRIMA “Arum Manis” nantinya benar-benar menjadi penggerak ekonomi perempuan di Sendangarum.
Potensi sumber daya lokal yang dimiliki kalurahan diharapkan bisa diolah dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekonomi keluarga.
“Kehadiran Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa PRIMA ‘Arum Manis’ diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan ekonomi perempuan di Sendangarum,” katanya.
Menurut Adi, penguatan kelompok perempuan melalui Desa PRIMA juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam pengarusutamaan gender sekaligus upaya penanggulangan kemiskinan.
Sementara itu, Lurah Sendangarum Wiwik Retno Yulianti mengapresiasi pendampingan yang diberikan LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta.
Ia menilai pendampingan tersebut cukup lengkap karena dilakukan mulai dari tahap inisiasi, fasilitasi legalitas, sampai peningkatan kompetensi pengurus Desa PRIMA “Arum Manis”.