Platinum

Sleman Bidik Pasar Wisata Nasional, 28 Seller Bertemu 95 Buyer di Jakarta

Wijatma T S
29 June 2026
.
Sleman Bidik Pasar Wisata Nasional, 28 Seller Bertemu 95 Buyer di Jakarta

28 seller dan 95 buyer di Jakarta bertemu dalam business matching. (PM-ist)

Patmamedia.com (JAKARTA) – Kabupaten Sleman semakin agresif memperluas pasar pariwisata nasional dengan mempertemukan 28 pelaku usaha wisata (seller) dan 95 buyer potensial dalam ajang Table Top & Travel Dialogue Kabupaten Sleman 2026 di Blue Sky Hotel Petamburan, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi strategi untuk memperkuat posisi Sleman sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor perjalanan wisata, MICE, corporate event, hingga wisata berbasis pengalaman.

Agenda business matching dirancang agar pelaku usaha wisata Sleman dapat bertemu langsung dengan calon mitra bisnis dari berbagai daerah sehingga proses penjajakan kerja sama berlangsung lebih efektif dan terarah.

Ketua BPC PHRI Sleman sekaligus Ketua Panitia, Andhu Pakerti M.Eng, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah nyata memperluas pasar wisata Sleman melalui kolaborasi dengan jaringan industri pariwisata nasional.

"Melalui kegiatan ini, kami mempertemukan 28 seller dengan 95 buyer agar tercipta peluang kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan," ujar Andhu dalam siaran pers, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan itu juga mendapat dukungan Wakil Ketua Umum Bidang Destinasi Wisata BPP PHRI, Krishnadi Kartawidjaja, yang hadir dalam forum tersebut.

Dalam forum bisnis ini, Sleman menegaskan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata rekreasi, tetapi juga daerah yang siap melayani kebutuhan perjalanan bisnis, pemerintahan, pendidikan, hingga komunitas.

Berbagai produk wisata unggulan diperkenalkan kepada buyer, mulai dari hotel, resort, venue pertemuan, wisata petualangan, wisata edukasi, hingga pengalaman khas Yogyakarta.

Daya tarik seperti Tebing Breksi Piroklastik, wisata jeep Merapi, destinasi heritage, gudeg, dan bakpia menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan kepada calon mitra.

Andhu menilai kekuatan utama Sleman terletak pada keragaman produk wisata yang mampu memenuhi kebutuhan berbagai segmen wisatawan.

Forum ini juga dihadiri buyer dari perusahaan swasta, asosiasi perjalanan, kementerian, organisasi bisnis, serta jaringan nasional seperti REI, Kadin Jakarta, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan BPP PHRI Pusat.

Sejumlah asosiasi pariwisata seperti ASITA, AITTA, IPI, IVENDO, AELI, ASPPI, dan ASTINDO turut memperkuat jejaring bisnis yang dibangun dalam kegiatan tersebut.

Business matching mulai menghasilkan prospek kerja sama nyata, di antaranya Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta yang memperoleh peluang kegiatan untuk semester II 2026.

Swiss-Belexpress Yogyakarta juga berhasil menjalin komunikasi bisnis dengan Galaxy Tour & Travel melalui sesi temu bisnis.

Selain pertemuan bisnis, peserta mengikuti Travel Dialogue yang membahas strategi pemasaran destinasi melalui komunikasi digital, media sosial, dan promosi modern agar mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPC PHRI Sleman, pelaku usaha, dan buyer nasional, Sleman optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi pilihan untuk wisata keluarga, perjalanan bisnis, MICE, dan wisata berbasis pengalaman di Indonesia. (atm)*

Dilarang

Baca Juga