Sidak DPRD Sleman: Pasar Godean Perlu Pembenahan Sebelum Resmi Digunakan
Muh Sugiono
22 October 2025
.
Wakil Ketua II DPRD Sleman Hasto Karyanto, S.IP. dan Wakil Ketua Komisi B Bidang Keuangan dan Perekonomian, H. Surana, S.E saat melakukan sidak di Pasar Goden, Rabu 22 Oktober 2025. (PM-Pridamanta Pradana)
Patmamedia.com (SLEMAN)– Wakil Ketua II DPRD Sleman, Hasto Karyanto, S.IP., bersama anggota Komisi B DPRD Sleman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Godean, Rabu (22/10/2025) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pasar terbesar di wilayah Sleman barat itu sebelum resmi digunakan kembali oleh para pedagang.
Sidak berlangsung setelah wilayah Sleman diguyur hujan deras pada malam sebelumnya. Hasto mengaku mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kebocoran talang dan genangan air di beberapa titik bangunan pasar yang baru selesai direvitalisasi itu.
“Agenda ini memang mendadak, setelah tadi malam ada laporan dari warga bahwa masih terjadi beberapa titik kebocoran di lantai dua akibat hujan deras,” ujar Hasto kepada wartawan di lokasi sidak.
Hasto tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, sejumlah pekerja tampak masih melakukan pembenahan di beberapa bagian pasar. Beberapa pedagang juga terlihat mulai memindahkan dagangan dari tempat penampungan sementara, meski sebagian belum menyadari kehadiran rombongan dewan.
Tak lama berselang, Wakil Ketua Komisi B Bidang Keuangan dan Perekonomian, H. Surana, S.E dan beberapa anggota lain datang bergabung. Rombongan kemudian meninjau hampir seluruh area pasar, termasuk lapak dan kios di lantai dua yang sebelumnya dilaporkan bocor.
Dalam keterangannya, Hasto menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin rencana pemindahan pedagang pada 29 Oktober 2025 mendatang terhambat akibat masalah teknis bangunan yang belum sepenuhnya siap.
“Kami khawatir kalau belum siap benar, pedagang bisa resah dan pembeli tidak nyaman. Apalagi ini sudah masuk musim penghujan. Kalau tiap hari hujan dan masih bocor, tentu mengganggu aktivitas perdagangan,” jelasnya.
Hasto juga menilai perlunya perhatian serius dari pemerintah kabupaten dalam hal perawatan dan penataan teknis pasar. Ia mengingatkan agar pemindahan tidak dipaksakan sebelum seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan.
“Sebelum siap benar dan nyaman, jangan dibaksakan pindah. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang, tidak hanya pedagang Sleman tetapi juga masyarakat sekitar seperti dari Kulon Progo dan Magelang selatan yang biasa berbelanja di sini,” tegasnya.
Dari hasil tinjauan, rombongan DPRD menemukan masih ada kios yang tergenang air dan beberapa talang air yang bocor. Namun, sebagian besar telah dalam tahap perbaikan.
“Talang-talang yang rusak dan berkarat sudah mulai diganti semua. Sebelumnya kita sudah alokasikan sekitar Rp500 juta untuk perbaikan, tapi melihat kondisi di lapangan, kemungkinan anggarannya akan bertambah,” ungkap Hasto.
Ia menambahkan, seluruh perbaikan menggunakan dana APBD Kabupaten Sleman, termasuk penyelesaian area parkir yang baru rampung beberapa waktu lalu.
Sidak tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD memastikan fasilitas publik yang dibangun dengan dana masyarakat benar-benar fungsional dan aman digunakan.*