Platinum

PMI Sleman Beri Penghargaan 718 Pendonor, Kebutuhan Darah Masih Capai 39.210 Kantong

Wijatma T S
28 June 2026
.
PMI Sleman Beri Penghargaan 718 Pendonor, Kebutuhan Darah Masih Capai 39.210 Kantong

Ketua PMI DIY, KGPH H Prabukusumo, S.Psi, menyerahkan piagam penghargaan kepada PDS didampingi Bupati Harda Kiswaya (kiri) dan ketua PMI Sleman dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, (kanan). (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada ratusan Pendonor Darah Sukarela (PDS) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 yang digelar di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Minggu (28/6).

Acara dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua PMI DIY GBPH H Prabukusumo, S.Psi, Ketua PMI Kabupaten Sleman dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, jajaran Pemkab Sleman, pengurus PMI, para pendonor, serta mitra pendukung gerakan donor darah.

Pada kesempatan itu, Harda Kiswaya bersama GBPH Prabukusumo menyerahkan penghargaan kepada para pendonor yang telah rutin mendonorkan darahnya.

PMI DIY memberikan penghargaan kepada 112 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali.

Sementara PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali sebagai perwakilan dari total 606 pendonor yang memenuhi syarat.

Sebanyak 572 pendonor lainnya menerima penghargaan dalam bentuk e-piagam.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk terima kasih kepada para pendonor yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela.

Menurutnya, apresiasi ini diharapkan mampu memotivasi para pendonor agar terus mendonorkan darah secara rutin sekaligus menginspirasi masyarakat untuk ikut bergabung dalam gerakan donor darah.

Hingga Juni 2026, PMI Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar.

Selama 2025, produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong.

Data tersebut menunjukkan kebutuhan darah di Sleman masih sangat tinggi sehingga jumlah pendonor aktif perlu terus ditingkatkan agar stok darah tetap aman.

"Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Satu kali donor darah dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan. Gerakan donor darah yang kuat dimulai dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kita," ujar Mafilindati.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor yang telah rela menyumbangkan darah demi kemanusiaan.

"Panjenengan semua adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai memayu hayuning bawana, memperindah dan memperbaiki kehidupan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama," kata Harda.

Ia menegaskan Pemkab Sleman akan terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis) yang memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan darah.

Menurut Harda, sinergi pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.

"Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya. Dengan semangat tulung tinulung dan kepedulian sosial yang tinggi, kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik," ujarnya.

Pemkab Sleman juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial agar kebutuhan darah bagi masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (atm)

Dilarang

Baca Juga