Platinum

Patung Luwak Jadi Ikon Baru, Mahasiswa UNY Dorong Desa Wisata Banguncipto

Wijatma T S
12 August 2026
.
Patung Luwak Jadi Ikon Baru, Mahasiswa UNY Dorong Desa Wisata Banguncipto

Patung berbentuk luwak di kawasan Sendang Jambe Luwak karya mahasiswa UNY. (PM-ist.)

Patmamedia.com (KULON PROGO) — Upaya merintis Desa Wisata Banguncipto, Sentolo, Kulon Progo, mendapat dorongan baru. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HIMA Pendidikan Seni Rupa (PSR) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menginisiasi peresmian patung berbentuk luwak di kawasan Sendang Jambe Luwak, Banaran Kidul, Banguncipto, Minggu (9/8/2026).

Patung setinggi 2,5 meter tersebut diharapkan menjadi ikon sekaligus landmark baru kawasan Sendang Jambe Luwak. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa mengapresiasi tradisi dan semangat gotong royong warga dalam menjaga keberadaan sendang.

Banguncipto diketahui memiliki sejumlah sendang yang hingga kini masih dirawat dan dijaga oleh masyarakat. Salah satunya Sendang Jambe Luwak yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari destinasi wisata berbasis budaya dan alam.

Patung Jambe Luwak dibuat selama lebih dari satu bulan melalui kolaborasi tim PPKO HIMA PSR dengan seniman lokal. Pemilihan bentuk luwak tidak sekadar sebagai karya seni, tetapi juga menjadi simbol untuk memperkuat identitas kawasan.

Semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi seperti tawu sendang, kirab, genduri, hingga wayangan menjadi salah satu alasan tim PPKO memilih Sendang Jambe Luwak sebagai lokasi kegiatan.

Melalui keberadaan patung tersebut, tim berharap langkah sederhana itu dapat memantik semangat warga untuk membangun sinergi dalam mengembangkan potensi Banguncipto.

Selain meresmikan patung, tim PPKO HIMA PSR juga meluncurkan GoogleSite dan media sosial Desa Wisata Sendang Jambe Luwak. Kehadiran platform digital ini diharapkan membantu memperkenalkan potensi wisata Banguncipto kepada masyarakat yang lebih luas.

Peresmian dihadiri Panewu Sentolo, Lurah Banguncipto, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) UNY, Sekretaris DKA UNY, sejumlah Staf Ahli DKA UNY, lebih dari 20 dosen dan tenaga kependidikan UNY, perangkat desa, warga Sendang Jambe Luwak, pemerhati desa wisata Banguncipto, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Pariwisata.

Dukungan UNY terhadap pengembangan potensi wisata Banguncipto tidak berhenti pada peresmian patung. Usai acara, rombongan dosen dan tendik UNY melanjutkan kegiatan dengan mencoba packrafting Tour Kali Papah.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja tim PPKO HIMA PSR sekaligus upaya melihat langsung potensi wisata alam yang dimiliki Banguncipto.

Dengan menyusuri Kali Papah, rombongan menikmati koridor hijau sungai di tengah suasana pedesaan. Aktivitas packrafting tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan wisata Banguncipto dapat memadukan potensi seni, budaya, tradisi masyarakat, dan wisata alam.

Langkah mahasiswa UNY ini diharapkan menjadi pemantik kolaborasi yang lebih luas antara masyarakat, pemerintah kalurahan, perguruan tinggi, pelaku wisata, dan berbagai pihak untuk mewujudkan Desa Wisata Banguncipto yang berkelanjutan. (atm)*

Dilarang

Baca Juga