.
Ki R. Bambang Widodo, SPd., MPd.
Oleh: Ki Bambang Widodo
PERSATUAN Bekas Murid Tamansiswa (PBMTS) yang berdiri pada 13 April 1929 dan kemudian berganti nama menjadi Perkumpulan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) senantiasa mendapat pendampingan dari Ki Hadjar Dewantara sebagai penasihat pengurus. Melalui penguatan nilai-nilai dasar perjuangan Tamansiswa, lahirlah filosofi PKBTS yang hingga kini dikenal sebagai "Pagar Hidup yang Dinamis". Lalu, apa makna filosofi tersebut?
Secara inspiratif Ki Hadjar Dewantara telah mengilustrasikan hubungan internal dan eksternal di lingkungan Persatuan Tamansiswa dengan indah sekali seperti telah dikutip oleh Prof. Kenji Tsuchiya (1992, halaman 181) dalam desertasinya di antaranya: “Gerakan-gerakan politik bertujuan menjamin berbagai hak, yang bisa disamakan dengan tugas membangun pagar untuk melindungi kepentingan rakyat. Tapi ada pula kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan di dalam batas pagar itu. Ini adalah kewajiban gerakan-gerakan sosial. Tamansiswa ingin menjadi paman tani yang bekerja dalam lingkungan pagar itu. Ia menanam bibit untuk Rakyat. Lalu di hari kemudian, Rakyat bisa memetik buah dari padanya sehingga mereka bisa hidup lebih kuat, khususnya spiritual.”
Perumpamaan dengan pagar dan paman tani itu kemudian akan digunakan berulang-ulang dalam gerakan Tamansiswa menjadi dasar filosofi perjuangan organisasi PKBTS sebagai wadah para alumni siswa/mahasiswa, simpatisan dan pecinta ajaran Ketamansiswaan, yakni menjadi pagar hidup dinamis dari Persatuan Tamansiswa. Pada intinya sebagai pagar hidup dinamis akan selalu mewarisi sekaligus menyebarluaskan api ajaran Ketamansiswaan sesuai dengan kemajuan dan perubahan alam dan zaman.
Pengertian “Pagar Hidup yang Dinamis” dapat dipahami dari dua sisi, yang pertama dari sisi internal: PKBTS berfungsi sebagai pagar hidup yang selalu ikut serta menjaga dan merawat dasar dan asas Tamansiwa serta sekaligus ikut-serta membantu meningkatkan dan mengembangkan Persatuan Tamansiswa sebagai Badan Perjuangan Kebudayaan dan Pembangunan Masyarakat melalui sarana Pendidikan dalam arti luas. Sedangkan yang kedua secara eksternal, PKBTS sebagai pagar kepentingan rakyat dalam arti yang lebih komprehensif bermakna sebagai pagar yang berfungsi memagari kepentingan bangsa dan negara.
Dalam perjalanan sejarah seabad Tamansiswa telah berbuat yang terbaik untuk bangsa Indonesia ikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam rentang waktu yang panjang itu pula Tamansiswa berkiprah mengikuti pasang surutnya perubahan alam dan zaman. Dari sejak didirikan Perguruan Tamansiswa oleh Ki Hadjar Dewantara pada 3 Juli 1922 sampai saat ini, semua insan dan pejuang Tamansiswa berupaya mewujudkan cita-cita: Masyarakat tertib damai, salam dan bahagia.
Satu Abad Tamansiswa memerlukan refleksi untuk mawas diri dan menata strategi menghadapi tantangan global yang hampir tidak mampu dibendung lagi. Pada saatnya Tamansiswa harus mampu berperan lebih besar dalam membangun bangsa Indonesia.
Apabila Tamansiswa menginginkan kembali perannya sebagai pelopor pendidikan nasional, bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, maka Tamansiswa harus berbenah diri untuk restorasi, rekonstruksi dan revitalisasi dengan tetap berpegang pada asas, dasar, dan ciri khas Tamansiswa serta menjalankan teori SBII (Sifat, Bentuk, Isi, Irama). Sifat hakekatnya tetap dipertahankan, sedangkan bentuk, isi, dan irama dapat disesuaikan dengan perubahan alam dan zaman. Bilamana perlu bentuk, isi, dan irama dipercepat perubahannya dengan cara revolusioner.
Semoga PKBTS sebagai organisasi otonom di lingkungan Persatuan Tamansiswa, tetap konsisten dan konsekuen menjadi “pagar hidup yang dinamis” dapat mengkaji ulang perannya selama ini untuk menyusun “Roadmap”, strategi perjuangan dan program kerja. PP PKBTS harus lebih berani melakukan korektif, konsultatif dan kerjasama dengan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.
Disadari bahwa para alumni dan simpatisan Tamansiswa secara kuantitatif mempunyai jumlah yang cukup besar dan tersebar dalam profesi yang beragam, merupakan potensi yang luar biasa. Sebagai insan pejuang Tamansiswa secara kualitatif diharapkan dapat lebih berperan aktif mewujudkan masyarakat tertib damai salam bahagia, baik secara individual maupun secara berkomunitas dapat menyebarluaskan ajaran hidup Ketamansiswaan serta ikut melestarikan dan mengembangkan Tamansiswa menapaki abad kedua.***
*) Ki R. Bambang Widodo, SPd., MPd. adalah Sekretaris Dewan Pengawas PP PKBTS dan Ketua Bidang Kebudayaan Ikasata UST