Peringatan Isra Mi’raj dan Ultah ke-41 Masjid As-Hanur Ngincep Bantul Berlangsung Meriah
Wagino
16 January 2026
.
Lurah Triwidadi, Slamet Riyanto (kiri) menyerahkan potongan tumpeng kepada dukuh Subiyana bersama Bamuskal. (PM-Wagino)
Patmamedia (BANTUL) – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan ulang tahun ke-41 Masjid As-Hanur di Padukuhan Ngincep, Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Bantul berlangsung meriah. Ratusan jamaah dari padukuhan sekitar tampak memadati masjid dalam acara yang digelar Kamis (15/1)malam.
Kegiatan pengajian semakin semarak dengan penampilan Hadroh Az-Hannur dari padukuhan setempat. Selain itu, anak-anak SD turut ambil bagian dengan menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an, yang menambah suasana religius dan penuh kebanggaan.
Peringatan berdirinya Masjid As-Hanur sendiri rutin digelar setiap 27 Rajab, sesuai dengan sejarah berdirinya masjid pada 27 Rajab 1406 Hijriah.
Dalam rangkaian acara tersebut, Dukuh Ngincep, Subiyana, membacakan sejarah berdirinya Masjid As-Hanur, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Lurah Triwidadi, Slamet Riyanto.
Dalam sambutannya, Subiyana berharap, di usia Masjid As-Hanur yang ke-41 tahun, jamaah semakin bertambah dan masjid semakin makmur.
“Semoga dengan usia yang ke-41 tahun ini, jemaah semakin banyak dan semakin ngremboko,” tuturnya.
Subiyana juga menjelaskan, tanah tempat berdirinya Masjid As-Hanur merupakan wakaf dari almarhum Nuryadi dan almarhum Wagiman.
Pengajian Isra Mi’raj ini, tambah Subiyana, juga diisi dengan amaliah tahlil untuk mendoakan para pendahulu yang telah merintis pembangunan masjid.
“Semoga generasi anak cucu dari almarhum bisa melanjutkan perjuangan mereka dan bisa menjaga serta memakmurkan masjid,” pungkasnya.
Sementara itu, Lurah Triwidadi, Slamet Riyanto, menyampaikan apresiasi kepada warga Padukuhan Ngincep atas kebersamaan dan antusiasme dalam mengikuti pengajian.
Dalam pesannya, Slamet mengingatkan warga agar bijak menggunakan media sosial dan menjauhi praktik judi online yang marak terjadi.
“Banyak kasus judi online yang sudah menjerumuskan masyarakat. Untuk itu, mari kita jauhi judi online yang bisa membawa kita sengsara,” tegasnya.
Acara ditutup dengan tausiah oleh Ustadz Dimas Mujiburrohman dari Patalan, Jetis, Bantul, yang mengajak jamaah meneladani nilai-nilai Isra Mi’raj dalam kehidupan sehari-hari. (wag)