Platinum

Pemkab Sleman Tambah 219 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg Jelang Lebaran, Stok Dipastikan Aman

Wijatma T S
06 March 2026
.
Pemkab Sleman Tambah 219 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg Jelang Lebaran, Stok Dipastikan Aman

Sekda Sleman, Susmiarto, mengecek dan memastikan ketersediaan stok LPG di pangkalan. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman memperkuat pengawasan ketersediaan energi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan stok elpiji 3 kilogram (kg) tetap aman serta distribusinya berjalan lancar bagi masyarakat.

Pemantauan dilakukan langsung di Agen PT Expra Baru di Nogotirto dan Pangkalan Fajar Group Grosir di Balecatur pada Kamis (5/3/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan elpiji bersubsidi tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan saat Lebaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto menjelaskan, alokasi kuota elpiji 3 kg untuk wilayah Sleman pada tahun 2026 mencapai 47.014 metrik ton (MT) atau setara dengan 15.671.333 tabung.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina secara bertahap. 

Penambahan tersebut mencapai puncaknya pada bulan Maret dengan tambahan sebanyak 219.360 tabung.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan elpiji melon. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada Pertamina untuk menutup kekosongan pengiriman saat hari libur nasional,” ujar Susmiarto saat meninjau ketersediaan stok di lapangan.

Ia menambahkan, tambahan kuota tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk rumah tangga maupun pelaku usaha mikro yang banyak bergantung pada elpiji bersubsidi.

Terkait harga Susmiarto menegaskan, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Sleman tetap stabil sesuai Keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024. 

Harga di tingkat pangkalan ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung, dengan dukungan distribusi dari 38 agen dan 2.802 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Sleman.

Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah juga memperkuat perlindungan konsumen melalui pengecekan ketepatan volume gas oleh UPTD Metrologi Legal.

“Berdasarkan hasil pengecekan sampel secara acak dari tingkat SPPBE hingga pengecer, volume elpiji 3 kg yang beredar di wilayah Sleman masih memenuhi ambang batas yang ditetapkan, yaitu 8 kg dengan toleransi plus-minus 90 gram,” jelasnya.

Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isi tabung elpiji yang beredar karena pengawasan terhadap takaran terus dilakukan secara ketat.

Pemantauan energi juga mencakup kesiapan pasokan bahan bakar minyak. Saat ini terdapat 51 SPBU dan 27 Pertashop di wilayah Sleman yang turut dipantau untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar. 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman juga rutin melakukan uji tera pada alat pengisian BBM guna menjamin keakuratan takaran.

Susmiarto mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat mengganggu stabilitas pasokan di pasar.

“Pemkab telah berkomunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas bahwa kebutuhan BBM dan elpiji bersubsidi akan tercukupi selama masa libur Idul Fitri. Kami mohon masyarakat belanja dengan bijak sesuai kebutuhan saja,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan takaran atau kelangkaan stok melalui kanal Lapor Sleman atau Call Center Pertamina 135 agar dapat segera ditindaklanjuti. (atm)*

Griting

Baca Juga