Platinum

Sleman Kukuhkan 6 Kalurahan Berkarakter Pancasila, Kini Jadi 41 Kalurahan

Wijatma T S
27 July 2026
.
Sleman Kukuhkan 6 Kalurahan Berkarakter Pancasila, Kini Jadi 41 Kalurahan

Kalurahan Condongcatur, satu dari enam Kalurahan Berkarakter Pancasila yang baru dikukuhkan. (PM-Wasana)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila hingga tingkat pemerintahan desa dengan mengukuhkan enam Kalurahan Berkarakter Pancasila Tahun 2026. 

Penambahan tersebut menjadikan Sleman kini memiliki 41 Kalurahan Berkarakter Pancasila, sekaligus mempertegas posisinya sebagai daerah pelopor program tersebut di Indonesia.

Pengukuhan berlangsung di Pendopo Parasamya, Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (27/7/2026), dan diikuti 180 peserta dari enam kalurahan yang dikukuhkan, yakni Trimulyo (Kapanewon Sleman), Bokoharjo (Prambanan), Argomulyo (Cangkringan), Condongcatur (Depok), Sendangsari (Minggir), serta Margoagung (Sayegan).

Masing-masing kalurahan mengirimkan 30 peserta yang terdiri atas lurah, pamong, unsur Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), perwakilan lembaga kemasyarakatan, hingga tokoh masyarakat.

Pengukuhan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Abu Bakar, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Sleman. 

Hadir pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman Drs. Muhammad Aji Wibowo, M.Si., para lurah, akademisi, serta unsur masyarakat.

Dalam sambutan Bupati Sleman yang dibacakan Sekda Abu Bakar ditegaskan, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis untuk menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat.

"Pancasila bukan hanya slogan ataupun hafalan semata. Pancasila adalah pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," demikian kutipan sambutan Bupati.

Menurutnya, kalurahan merupakan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat sehingga menjadi ujung tombak dalam menanamkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial agar tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati juga mengingatkan derasnya arus informasi di era digital membawa tantangan baru bagi penguatan ideologi bangsa.

"Keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat harus menjadi benteng utama dalam menjaga generasi muda dari penyimpangan ideologi sekaligus menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sleman Muhammad Aji Wibowo menjelaskan program Kalurahan Berkarakter Pancasila telah dikembangkan Pemkab Sleman sejak 2018.

Hingga akhir 2025, tercatat telah terbentuk 35 Kalurahan Berkarakter Pancasila. Dengan pengukuhan enam kalurahan tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi 41 kalurahan.

"Kalurahan Berkarakter Pancasila di Sleman merupakan pionir di Indonesia. Program ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menghidupkan, memahami, menghayati, dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat," ujar Aji.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari sejauh mana budaya gotong royong, toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial benar-benar tumbuh di tengah masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan program juga datang dari kalangan akademisi. Kepala Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), Hendro Muhaimin, M.A., memaparkan rencana penyusunan Indeks Kalurahan Berkarakter Pancasila sebagai instrumen untuk mengukur implementasi nilai-nilai Pancasila di tingkat kalurahan.

"Sleman sedang berupaya menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki instrumen untuk mengukur aktualisasi nilai-nilai Pancasila di tingkat kalurahan," jelas Hendro.

Pada kesempatan yang sama, Yudha Prasetia Bhakti, S.H. dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman menjelaskan berbagai produk hukum yang mendukung penguatan Kalurahan Berkarakter Pancasila. 

Menurutnya, praktik-praktik baik yang telah berkembang di masyarakat perlu diperkuat melalui regulasi agar memiliki kepastian hukum dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Sleman, Immawan Nur Syaifuddin Ahmad, S.P., M.E., menjelaskan penguatan program difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu kelembagaan, kebijakan kalurahan, serta kebiasaan masyarakat.

Ketiga aspek tersebut diharapkan mampu memastikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya tertuang dalam dokumen pemerintahan, tetapi juga tercermin dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, kehidupan sosial, hingga budaya gotong royong masyarakat.

Program ini memiliki dasar hukum Keputusan Bupati Sleman Nomor 59/Kep.KDH/A/2026 tentang Lokasi Pendampingan Kalurahan Berkarakter Pancasila sebagai Upaya Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Kehidupan Masyarakat Tahap VIII.

Menutup sambutannya, Bupati Sleman mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pengukuhan tersebut sebagai momentum memperkuat pembangunan karakter bangsa. (atm)

Dilarang

Baca Juga