Platinum

Danrem 072/Pamungkas: Ancaman Hibrida Harus Dijawab dengan Pendidikan dan Budaya Pertahanan

Wijatma T S
28 July 2026
.
Danrem 072/Pamungkas: Ancaman Hibrida Harus Dijawab dengan Pendidikan dan Budaya Pertahanan

Danrem, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono (tengah) saat menerima kunjungan Visit Study Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Tahun Akademik 2026. (PM-ist)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menegaskan, ancaman terhadap bangsa Indonesia kini semakin kompleks dan tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional. 

Perang hibrida, perang asimetris, hingga perang informasi menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi melalui penguatan pendidikan dan budaya pertahanan.

Hal tersebut disampaikan Danrem saat menerima kunjungan Visit Study Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Tahun Akademik 2026 di Ruang Katamso Makorem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan bertema "Memperkuat Ketahanan Nasional: Pendekatan Komprehensif melalui Pendidikan dan Budaya Pertahanan" itu menjadi wujud kolaborasi antara Korem 072/Pamungkas dan Unhan RI dalam memperkuat sinergi dunia akademik dengan institusi pertahanan guna membangun ketahanan nasional.

"Karena itu, pembangunan sistem pertahanan harus dilakukan secara komprehensif melalui penguatan pendidikan, budaya pertahanan, serta keterlibatan seluruh komponen bangsa," tegas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dalam sambutannya.

Menurut Danrem, perkembangan lingkungan strategis global membuat bentuk ancaman semakin beragam. 

Serangan terhadap suatu negara kini tidak hanya dilakukan melalui kekuatan militer, tetapi juga menyasar aspek ideologi, budaya, hingga kesadaran masyarakat melalui perang informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga mengingatkan Yogyakarta memiliki posisi historis yang sangat penting dalam perjalanan pertahanan Indonesia. 

Semangat perjuangan pada Serangan Umum 1 Maret 1949 dan perjuangan gerilya Jenderal Soedirman menjadi bukti kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Ia berharap kegiatan Visit Study tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga mampu memperluas wawasan mahasiswa, mempertajam kemampuan analisis strategis, serta menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

Selain membahas dinamika ancaman pertahanan, Danrem turut memaparkan implementasi program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Menurutnya, pembentukan koperasi dilakukan melalui musyawarah masyarakat sebagai upaya memperkuat ekonomi desa, meski masih menghadapi tantangan terkait status kepemilikan lahan yang memerlukan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi mengapresiasi dukungan Korem 072/Pamungkas terhadap pelaksanaan Visit Study. 

Ia menilai Yogyakarta dan Magelang merupakan laboratorium sejarah pertahanan Indonesia yang sangat relevan untuk memperkaya wawasan mahasiswa.

"Ilmu pertahanan tidak hanya menjadi tanggung jawab kalangan militer, tetapi harus dipahami oleh seluruh komponen bangsa guna memperkuat ketahanan nasional," ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa mengkaji berbagai program strategis nasional melalui pendekatan ilmiah sebagai bekal menjadi pemimpin strategis di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FSP Unhan RI Brigjen TNI Dr. Yermia Hendarwoto mengajak personel TNI maupun PNS memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Unhan RI guna meningkatkan kompetensi. 

Ia berharap sinergi antara Unhan RI dan Korem 072/Pamungkas terus diperkuat melalui berbagai kajian strategis serta pengembangan sumber daya manusia.

Kegiatan tersebut dihadiri Dekan FSP Unhan RI Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, Wakil Dekan I Brigjen TNI Dr. Yermia Hendarwoto, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, para pejabat Korem 072/Pamungkas, dosen, serta sekitar 96 mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI.

Rangkaian Visit Study akan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke sejumlah lokasi strategis di Yogyakarta dan Magelang, di antaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Keraton Yogyakarta, Monumen Jogja Kembali, dan Akademi Militer Magelang. (atm/*)

Dilarang

Baca Juga