HUT Sleman

Pemkab Sleman Prioritaskan Pemeliharaan 50 Embung dan Mata Air, Perkuat Cadangan Air

Wijatma T S
30 May 2026
.
Pemkab Sleman Prioritaskan Pemeliharaan 50 Embung dan Mata Air, Perkuat Cadangan Air

Pemeliharaan bangunan mata air Silerak di Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus memperkuat ketahanan sumber daya air dengan memprioritaskan pemeliharaan embung dan mata air di berbagai wilayah. 

Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 50 lokasi menjadi sasaran program pemeliharaan yang difokuskan pada penanganan kerusakan mendesak guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Hingga akhir Mei 2026, UPTD Pelayanan Sumber Daya Air (PSDA) Sleman Tengah telah merealisasikan pemeliharaan pada tujuh embung dan 15 lokasi mata air. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan fungsi infrastruktur air tetap optimal di tengah tantangan perubahan musim dan meningkatnya kebutuhan air bersih.

Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Pelayanan Sumber Daya Air Wilayah Tengah DPUPKP, Dodi Welianto, mengatakan wilayah kerja UPTD PSDA Sleman Tengah merupakan kawasan penyangga sumber air yang sangat penting bagi Kabupaten Sleman dan sekitarnya. 

Karena itu, lanjut Dodi, keberadaan embung dan mata air harus terus dijaga melalui pemeliharaan rutin.

“Di tahun anggaran 2026 ini, hingga bulan Mei pemeliharaan sudah terealisasi sebanyak tujuh embung dan 15 lokasi mata air,” ujar Dodi, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan mencakup pembersihan area embung dan mata air dari sampah serta tanaman pengganggu seperti enceng gondok. 

Selain itu, dilakukan pengangkatan sedimen secara manual dan rehabilitasi ringan pada bangunan penampung air.

“Kegiatan pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembersihan mata air dan embung, contohnya membersihkan sampah dan enceng gondok, pengangkatan sedimen bendung secara manual. Jika dibutuhkan alat berat maka nanti kami koordinasikan dengan atasan kami, juga ada pekerjaan rehabilitasi ringan mata air,” jelasnya.

Dodi mengakui kebijakan efisiensi anggaran turut berdampak pada berkurangnya volume pekerjaan pemeliharaan tahun ini. 

Keterbatasan anggaran juga memengaruhi kemampuan penanganan tanggap darurat pada sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan cepat.

“Sehingga semuanya menyesuaikan anggaran yang ada,” katanya.

Meski demikian, pemeliharaan embung tetap menjadi prioritas karena perannya yang strategis dalam sistem pengendalian air. 

Selain berfungsi sebagai cadangan air saat musim kemarau, embung juga berperan menampung limpasan air hujan untuk membantu mengurangi risiko banjir.

Sementara itu, pemeliharaan mata air dilakukan untuk menjaga debit dan kualitas air. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pembersihan sampah, pengangkatan kotoran, hingga perbaikan ringan pada bangunan penampung agar air tidak terbuang akibat rembesan.

“Untuk pemeliharaan mata air penting dilakukan untuk menjaga debit mata air dan menjaga kualitas air dengan membersihkan sampah atau kotoran. Termasuk rehabilitasi ringan mata air dengan memperbaiki bangunan tampungan air agar air tidak merembes terbuang,” bebernya.

Dodi menegaskan, keberlanjutan sumber air tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. 

Ketersediaan air bersih merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan dan kualitas hidup generasi mendatang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat pengguna air untuk turut menjaga dan merawat sumber-sumber air yang ada di lingkungan masing-masing.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna air untuk ikut menjaga serta memelihara sumber air. Mari kita jaga untuk kepentingan bersama dengan menggunakan air secara bijak,” pungkasnya. (atm)*

HUT Sleman

Baca Juga