Platinum

Mandala Krida Expo #2 Digelar, Obat Rindu pada Romantika Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Nadi Mulyadi
20 June 2025
.
Mandala Krida Expo #2 Digelar, Obat Rindu pada Romantika Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Salah satu atraksi kesenian tradisional pada pembukaa Mandala Krida Expo #2 2025. ((PM- Nadi M)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) — Kerinduan warga Yogyakarta akan suasana pasar malam Sekaten yang meriah akhirnya terobati. Memasuki musim libur sekolah, Mandala Krida Expo (MKE) #2 resmi digelar mulai 20 Juni hingga 13 Juli 2025 di kawasan Stadion Mandala Krida.

Acara ini merupakan lanjutan dari upaya menghadirkan kembali hiburan rakyat bergaya Sekaten, yang sejak 2018 tak lagi digelar di Alun-Alun Utara. Penghentian itu terjadi seiring penataan kawasan oleh Pemkot Yogyakarta dan pandemi COVID-19 yang melanda hingga 2021.

Kini, melalui kerja sama Sekretariat Bersama Keistimewaan (Sekber Keistimewaan) DIY dan komunitas Republik Altar Ria, masyarakat kembali disuguhi pesta rakyat dalam balutan yang lebih segar.

“Kami tidak menggunakan nama ‘Sekaten’ karena itu sudah menjadi hak Pemkot. Tapi substansinya tetap kami bawa,” ujar Widihasto, Ketua Sekber Keistimewaan.

Dari Gumregah ke Krida:

Perjalanan menuju MKE tak singkat. Tahun 2022, acara ini sempat hadir sebagai Pasar Jogja Gumregah. Setahun kemudian berganti nama menjadi Tugu Jogja Expo. Baru pada 2024, format Mandala Krida Expo mulai diperkenalkan dan mendapat respons positif dari masyarakat.

Berbeda dengan event serupa, MKE diselenggarakan tanpa dana dari pemerintah. Ketua Panitia Inung Nurzani, yang juga memimpin Republik Altar Ria, menegaskan seluruh pembiayaan bersumber dari kerja gotong royong.

 “Kami tidak memakai dana APBD, apalagi Dana Keistimewaan. Semua dari kontribusi teman-teman komunitas—dari tenda, panggung, kuliner, hingga hiburan,” jelasnya saat pembukaan acara, Jumat sore (20/6).

Dengan mengusung tema: “Pasaré meriah, rakyaté bungah, berkahé melimpah,” MKE #2 diharapkan mampu menggairahkan ekonomi rakyat sekaligus ruang tampil bagi seni-budaya lokal.

Selama 24 hari, sebanyak 144 tenant berpartisipasi di expo ini. Mereka menjajakan berbagai produk mulai dari kuliner Nusantara, mainan, fashion thrift, hingga kerajinan kreatif UMKM.

Pembukaan acara berlangsung semarak dengan pertunjukan musik pop Jawa dan Tari Topeng. Hadir dalam kesempatan itu jajaran dari Pemkot Yogyakarta, DPRD Kota, Polresta, dan Kodim 0734.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, yang hadir mewakili Wali Kota, mengapresiasi penyelenggaraan MKE.

> “Ini bentuk kolaborasi nyata antara komunitas, kampung, UMKM, kampus, dan pemkot. Event semacam ini penting untuk menggeliatkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

MKE #2  sekaligus membuktikan bahwa Yogyakarta tak pernah kehilangan semangat gotong royong dan identitasnya sebagai kota budaya.***

Dilarang

Baca Juga