.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Sleman, Kus Endarto, SE, M.Ec.Dev., memberi keterangan kepada sobat media. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Masa libur sekolah tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi daerah di Kabupaten Sleman.
Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman memperkirakan aktivitas wisata selama periode 20 Juni hingga 12 Juli 2026 mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp1,26 triliun.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, SE, M.Ec.Dev., mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada potensi kunjungan wisatawan yang diperkirakan mencapai 300 ribu hingga 450 ribu orang selama 23 hari masa liburan sekolah.
Menurutnya, setiap wisatawan diperkirakan mengeluarkan biaya rata-rata antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta selama berkunjung ke Sleman.
Pengeluaran tersebut mencakup kebutuhan akomodasi, konsumsi, tiket masuk objek wisata, pembelian cendera mata, hingga berbagai aktivitas wisata lainnya.
Dengan asumsi tersebut, nilai transaksi yang beredar di masyarakat diprediksi berada pada rentang Rp337,5 miliar hingga Rp1,265 triliun.
“Libur sekolah selalu menjadi salah satu periode dengan pergerakan wisatawan tertinggi. Dampaknya tidak hanya dirasakan destinasi wisata, tetapi juga sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata,” ujar Kus Endarto, Kamis (4/6).
Dispar Sleman memperkirakan tingkat hunian hotel selama masa liburan berada pada kisaran 40 hingga 60 persen, dengan rata-rata lama tinggal wisatawan antara 1,5 sampai 2 hari.
Sementara itu, penerimaan retribusi dari destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya kawasan Kaliurang dan Kaliadem, diprediksi mencapai Rp50 juta hingga Rp75 juta.
Untuk memaksimalkan manfaat ekonomi yang muncul dari tingginya mobilitas wisatawan, Dispar Sleman mendorong pengelola destinasi wisata menjalin kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Di sisi lain, Dispar Sleman juga menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna memastikan aktivitas wisata berjalan aman dan nyaman.
Salah satunya melalui penerbitan Surat Edaran Kepala Dinas Pariwisata tentang penyelenggaraan kegiatan wisata selama libur sekolah.
Melalui surat edaran tersebut, pengelola destinasi dan usaha pariwisata diminta menerapkan standar operasional prosedur secara ketat, memastikan kelayakan fasilitas dan wahana wisata, menjalankan prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE), serta memperkuat koordinasi dengan instansi penanganan darurat dan keamanan.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap keselamatan wahana wisata berisiko tinggi, termasuk armada jip wisata yang beroperasi di kawasan Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi.
Pengelola diminta melakukan pemeriksaan berkala serta segera memperbaiki fasilitas yang berpotensi membahayakan wisatawan.
Selain menjaga aspek keselamatan, pelaku usaha pariwisata juga diimbau tidak menaikkan harga secara tidak wajar serta tetap menjaga kebersihan lingkungan destinasi agar pengalaman wisatawan selama berlibur di Sleman tetap positif.
Kus Endarto optimistis libur sekolah tahun ini akan menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata Sleman untuk meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta. (atm)