Platinum

PMI Sleman Latih Relawan SIBAT di Delapan Kalurahan Perkuat Siaga Bencana

Wijatma T S
18 July 2026
.
PMI Sleman Latih Relawan SIBAT di Delapan Kalurahan Perkuat Siaga Bencana

Ketua PMI Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, bersama Lurah Tridadi, Hj. Sri Hartati, S.Pi. menunjukkan naskah MoU. (PM-Brd)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana melalui pelatihan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang melibatkan delapan kalurahan. 

Program ini diharapkan mampu mempercepat respons warga saat terjadi keadaan darurat tanpa harus menunggu komando dari pemerintah.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pelatihan relawan SIBAT antara PMI Kabupaten Sleman dan delapan pemerintah kalurahan di Aula Kalurahan Tridadi, Sleman, Sabtu (18/7/2026).

Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes, mengatakan Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang memiliki potensi berbagai jenis bencana. 

Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat harus terus diperkuat agar mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Menurutnya, pelatihan relawan kalurahan merupakan upaya melokalkan sumber daya manusia sehingga setiap wilayah memiliki personel yang siap bertindak cepat ketika terjadi bencana.

"Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat di kalurahan mampu melakukan langkah-langkah penanganan awal secara mandiri, tanpa harus menunggu komando dari pemerintah. Yang paling utama dalam penanganan bencana adalah penyelamatan nyawa manusia," ujar Mafilindati.

Ia menjelaskan, pelatihan SIBAT bukan dimulai dari nol, melainkan untuk melengkapi kemampuan para relawan yang selama ini telah aktif di masyarakat, khususnya dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana.

Mafilindati juga menegaskan seluruh instruktur yang diterjunkan PMI Sleman merupakan pelatih bersertifikat sehingga memiliki kompetensi yang memadai dalam memberikan pembekalan kepada para peserta.

"PMI Sleman memiliki sejumlah pelatih yang telah memiliki sertifikat pelatihan sehingga kompetensinya tidak perlu diragukan. Kami berharap seluruh pelatih dapat memberikan materi secara serius dan optimal agar hasil pelatihan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Delapan kalurahan yang mengikuti kerja sama pelatihan SIBAT tersebut meliputi Kalurahan Tridadi, Banyurejo, Purwobinangun, Pakembinangun, Wedomartani, Tamanmartani, Sambirejo, dan Sardonoharjo.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan berita acara nota kesepahaman oleh Ketua PMI Kabupaten Sleman bersama para lurah dari delapan kalurahan. 

Setelah penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis bagi para relawan yang dipandu langsung oleh para instruktur PMI Sleman.

Melalui program SIBAT ini, PMI Sleman berharap setiap kalurahan memiliki relawan yang tangguh, terampil, dan mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana di tingkat masyarakat. (atm)

Dilarang

Baca Juga