Platinum

Mahasiswa UTY Gandeng Lapas dan Pemda dalam Proyek GO-Block

Wijatma T S
05 August 2025
.
Mahasiswa UTY Gandeng Lapas dan Pemda dalam Proyek GO-Block

Mahasiswa Tim PKM-PM UTY bersama Kalapas Wirogunan, Marjiyanto, beserta DLH dan BAPPEDA Kota Yogyakarta. (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Sebuah gebrakan kreatif muncul dari Lapas Kelas IIA Wirogunan. Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) berhasil menyulap isu lingkungan menjadi program pemberdayaan warga binaan melalui pengolahan sampah plastik menjadi paving block dalam proyek bertajuk GO-Block.

Program ini diinisiasi oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UTY dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertema "Garbage to Block: Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Melalui Pengolahan Limbah Plastik Berbasis 3R", Sabtu (2/8/2025). 

Kegiatan yang dipimpin Hilcman Hussen Silawane dan didampingi dosen pembimbing Endah Tisnawati, S.T., M.T., ini menjadi tonggak awal implementasi program lingkungan berbasis edukasi dan produksi.

Kepala Lapas Kelas IIA Wirogunan, Marjiyanto, A.Md.IP., S.Sos., secara resmi membuka kegiatan yang menghadirkan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan BAPPEDA Kota Yogyakarta. 

Dalam sambutannya, Marjiyanto menyatakan dukungannya terhadap program ini karena sejalan dengan misi pembinaan kemandirian warga binaan.

“Program ini bukan hanya soal sampah, tapi soal masa depan. Memberi warga binaan bekal keterampilan adalah langkah konkret dalam proses rehabilitasi,” ungkap Marjiyanto.

Diskusi berlangsung dinamis dengan masukan teknis dari Sulistiyo Handoko, Kabid Litbang BAPPEDA Kota Yogyakarta, dan dukungan moral dari DLH Yogyakarta. 

Selain mengolah limbah plastik, mereka menyarankan perluasan program ke jenis sampah organik dan residu agar pengelolaan sampah di lingkungan Lapas menjadi lebih holistik.

Program GO-Block memadukan edukasi lingkungan dengan keterampilan produksi. Tim mahasiswa memaparkan rencana kerja mulai dari teknis pembuatan paving block, pemilihan alat, hingga strategi pelatihan warga binaan. Lebih dari sekadar produksi, program ini dirancang sebagai media transfer pengetahuan dan nilai-nilai keberlanjutan.

Usai diskusi, seluruh peserta menandatangani deklarasi komitmen mendukung GO-Block. Dilanjutkan kunjungan ke area pemilahan sampah dalam Lapas, peserta FGD menyaksikan langsung kesiapan lapas dalam mendukung inovasi lingkungan.

“Dengan semangat kolaborasi, kami ingin membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari balik tembok penjara,” kata Hilcman Hussen, ketua tim PKM-PM. (atm)

Dilarang

Baca Juga