.
Life Coach dan Soft Skills Trainer, Kiki F. Wijaya (tengah) pada sesi Talk Show. (PM-Jatmo)
Patmamedia.com, SLEMAN – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi sorotan utama dalam peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Kabupaten Sleman yang digelar di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Rabu (15/7/2026).
Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan perubahan zaman, insan koperasi didorong menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan profesional.
Semangat tersebut diwujudkan melalui sesi motivasi bertajuk "Resilient Life: Menjadi Pegiat Koperasi yang Tangguh dan Profesional" yang disampaikan oleh Life Coach dan Soft Skills Trainer, Kiki F. Wijaya.
Dalam paparannya, Kiki menjelaskan pegiat koperasi saat ini menghadapi beragam tekanan, mulai dari persoalan keluarga, tuntutan lingkungan kerja, hingga karakter kepribadian yang rentan memicu stres.
Kondisi tersebut, apabila tidak dikelola dengan baik, dapat berkembang menjadi burnout yang ditandai dengan kelelahan emosional, munculnya sikap sinis, serta menurunnya pencapaian dan kepercayaan diri.
"Resiliensi bukan berarti tidak pernah mengalami kesulitan, tetapi kemampuan untuk bangkit, beradaptasi, dan tetap produktif di tengah berbagai tekanan," ujarnya.
Menurut Kiki, terdapat enam faktor utama yang sering menjadi penyebab burnout, yakni beban kerja yang berat, minimnya kendali dalam bekerja, penghargaan yang tidak memadai, lingkungan kerja yang kurang mendukung, ketidakadilan, serta ketidakselarasan nilai antara individu dan organisasi.
Ia juga mengingatkan individu dengan tingkat neurotik tinggi, introver ekstrem, terlalu atau kurang fokus, serta terlalu atau kurang ramah memiliki risiko lebih besar mengalami kelelahan mental.
Sementara pada kepribadian tipe A, sifat kompetitif yang berlebihan, ketidaksabaran, dan sulit mengendalikan amarah menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Untuk membangun ketangguhan, Kiki memperkenalkan konsep resiliensi yang terdiri atas tiga pilar, yaitu I Have (dukungan sosial), I Am (kekuatan diri), dan I Can (kemampuan menyelesaikan masalah).
Selain itu, ia menjelaskan tujuh faktor resiliensi yang meliputi kemampuan mengelola emosi, mengendalikan impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, serta keberanian untuk berkembang.
Sebagai langkah praktis, peserta diajak membiasakan latihan relaksasi dan mindfulness, fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, berani mengatakan "tidak" terhadap beban yang tidak perlu, mengambil hikmah dari setiap kesulitan, serta terus meningkatkan kapasitas diri.
Melalui peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 ini, diharapkan gerakan koperasi di DIY tidak hanya semakin kuat dari sisi kelembagaan dan usaha, tetapi juga memiliki SDM yang sehat secara mental, tangguh menghadapi perubahan, serta mampu memberikan pelayanan profesional kepada masyarakat. (atm)