HUT Sleman

Gerakan Satu Telur Cegah Stunting Warnai Penyerahan SK Posyandu di Caturharjo

Wagino
21 May 2026
.
Gerakan Satu Telur Cegah Stunting Warnai Penyerahan SK Posyandu di Caturharjo

Lurah Caturharjo, H Wasdiyanto menyerahkan SK kepada Pembina Posyandu Kalurahan dan pengurus Posyandu Padukuhan. (PM-Wagino)

Patmamedia.com (BANTUL) – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. 

Salah satunya melalui gerakan “Satu Telur untuk Mencegah Stunting” yang digelar bersamaan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pembina dan pengurus Posyandu tingkat padukuhan se-Kalurahan Caturharjo di Pendopo Kalurahan Caturharjo, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Caturharjo, Hj. Siti Wakhidah SE, sebagai tindak lanjut program Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul terkait penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Siti Wakhidah menjelaskan, berbagai kegiatan kini dikolaborasikan dalam satu agenda agar lebih efektif dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. 

Selain sosialisasi enam SPM, kegiatan juga diisi pembayaran koperasi khusus PKK, pembayaran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta gerakan membawa satu butir telur sebagai upaya menekan angka stunting.

“Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan mampu mengurangi angka stunting di Kalurahan Caturharjo,” ujarnya.

Pada pertengahan acara, dilakukan penyerahan SK kepada pembina Posyandu kalurahan dan pengurus Posyandu tingkat padukuhan se-Kalurahan Caturharjo. Penyerahan dilakukan oleh Lurah Caturharjo, H. Wasdiyanto.

Siti Wakhidah menambahkan, dirinya mendapat bimbingan teknis dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantul untuk menyosialisasikan enam SPM kepada seluruh Posyandu di wilayah Caturharjo. 

Karena itu, dalam pertemuan tersebut peserta diwajibkan membawa minimal satu butir telur sebagai bentuk kepedulian terhadap pencegahan stunting.

Ia berharap lembaga kalurahan dan PKK dapat terus menjadi mitra strategis dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan derajat kesehatan warga.

“Semoga kami bisa menjadi mitra dalam melaksanakan pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan pencegahan stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Lurah Caturharjo H. Wasdiyanto menyampaikan, program tersebut sebelumnya telah diluncurkan di beberapa tempat dan di tingkat kalurahan bukan menjadi hal baru.

Ia juga menyinggung adanya pemangkasan anggaran yang berdampak pada dukungan pemerintah kalurahan terhadap kegiatan kader di padukuhan. 

Meski demikian, honor kader tetap dialokasikan melalui padukuhan dan dibagikan kepada kader di masing-masing RT.

“Setiap RT mendapat Rp1 juta dan pembagiannya diserahkan kepada masing-masing kader. Pemerintah kalurahan tidak ikut campur dalam pembagian honor kader tersebut,” jelasnya.

Wasdiyanto berharap meski terjadi pemangkasan anggaran, pemerintah kalurahan bersama kader Posyandu tetap mampu menjalankan berbagai program pelayanan masyarakat secara optimal. (wag)

Editor: Wijatma TS

HUT Sleman

Baca Juga