.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Dra. Tina Hastani, MM, (kiri). (PM-Wijatma TS)
Patmamedia.com (SLEMAN) — Langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sleman dalam membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendapat dukungan nyata dari pemerintah pusat.
Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Kementerian Koperasi dan UKM mengalokasikan dana khusus untuk mendukung 80 KDMP sebagai proyek percontohan (piloting) secara nasional.
Dari jumlah tersebut, dua koperasi asal Sleman, KDMP Kalurahan Sinduadi dan KDMP Kalurahan Tamanmartani, terpilih sebagai kandidat pilot project.
Baca Juga : Pemkab Sleman Tuntaskan Pembentukan 86 Koperasi Desa Merah Putih
Verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator LPDB telah dilaksanakan pada minggu kedua Mei 2025.
“Kami sangat mengapresiasi terpilihnya dua KDMP dari Sleman. Ini menunjukkan bahwa kesiapan kelembagaan koperasi di Sleman mendapat pengakuan dari pusat,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Dra. Tina Hastani, MM, di Pendopo Parasamya, Rabu (4/6/2025).
Program pendanaan dari LPDB ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan koperasi berbasis desa.
Dana bergulir akan digunakan untuk membiayai unit usaha strategis koperasi seperti simpan pinjam, pengadaan sembako, pengelolaan logistik desa, hingga layanan kesehatan seperti apotek dan klinik desa.
Pemkab Sleman berharap keberadaan dua koperasi pilot project ini dapat menjadi model pengelolaan koperasi modern yang berdaya saing dan berbasis potensi lokal.
Selain mempercepat inklusi keuangan di tingkat desa, skema dana bergulir dari LPDB juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan legalitas akta notaris yang sedang difasilitasi oleh pemda dan pendanaan dari LPDB, Koperasi Desa Merah Putih di Sleman diyakini siap tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru di wilayah pedesaan.(atm)