.
Polisi dari Polresta Sleman meninjau area persawahan tempat dua buruh tani tewas tersambar petir di Seyegan. (PM-Istimewa).
Patmamedia.com (SLEMAN) — Hujan disertai petir berujung maut di kawasan persawahan Seyegan, Sleman. Dua buruh tani perempuan tewas tersambar petir saat menanam padi di sawah Padukuhan Barak, Kalurahan Margoluwih, Senin (9/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi ketika tiga buruh tani tengah melakukan aktivitas tandur (menanam padi) di sawah bulak wilayah setempat. Saat hujan turun disertai petir, ketiganya berteduh di sebuah gubuk kecil di tengah persawahan. Namun nahas, tidak berselang lama, petir menyambar area sekitar gubuk tempat mereka berteduh.
Akibat sambaran petir itu, dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara satu korban lainnya berhasil selamat dan meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Dua korban meninggal dunia masing-masing adalah W (63), dan S (64). Sedangkan korban selamat adalah Sr (72). Ketiganya merupakan warga Kapanewon Seyegan.
Kedua korban meninggal dunia selanjutnya dievakuasi ke RS At Taurot Seyegan. Berdasarkan pemeriksaan medis, keduanya dinyatakan meninggal dunia akibat sambaran petir. Adapun korban selamat tidak mengalami luka fisik, namun mengalami trauma berat.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Hingga kini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan aman dan kondusif.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Salamun, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di area terbuka seperti persawahan, agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun disertai petir.
BPBD dan BMKG juga mengingatkan bahwa potensi hujan disertai petir masih tinggi di wilayah DIY selama musim hujan. Masyarakat diminta untuk memantau informasi cuaca dan segera menghentikan aktivitas di ruang terbuka saat cuaca memburuk guna mencegah kejadian serupa.***