.
Suasana pencarian di Jembatan Kretek, Bantul. (PM-ist)
Patmamedia.com (BANTUL) – Warga sekitar Jembatan Kretek Parangtritis, Bantul, Minggu malam (8/6), dibuat gempar dengan penemuan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditinggalkan oleh seorang pemuda berinisial OIB.
Dalam surat tersebut, OIB menyatakan niatnya untuk mengakhiri hidup dan meminta agar keluarganya diberi tahu.
Surat itu ditemukan di dekat sepeda motor Shogun warna biru bernomor polisi AB 3347 T yang ditinggalkan di atas jembatan.
Di dalam suratnya, OIB menulis: “Tolong yang membaca surat ini beri tahu keluarga saya. Saya sengaja lompat dari jembatan ini. Saya sudah tidak layak hidup. Tolong yang baca ini panggil timsar buat nemuin jasad saya.”
Ia juga mencantumkan alamat rumahnya di wilayah Kapanewon Depok dan beberapa nomor telepon keluarga, termasuk nama-nama Heni, Bagas, Dimas, dan Sutari.
Namun hingga Senin pagi (9/6), belum ada kepastian apakah OIB benar-benar terjun ke sungai.
Sejumlah pemancing yang berada di sisi utara bawah jembatan mengaku tidak melihat ada orang melompat. Mereka hanya melihat seseorang berjalan ke arah selatan, meninggalkan motornya.
Kapolsek Kretek bersama tim yang meninjau lokasi sejak Minggu malam menyatakan bahwa kejadian ini masih dalam penyelidikan dan belum bisa disimpulkan secara pasti.
Sementara itu, reporter Patmamedia.com yang menyambangi rumah keluarga OIB pada Senin pagi mendapat keterangan bahwa OIB sebelumnya pamit kepada ayahnya, Jmd, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan alasan hendak ke Polsek Jetis, Kota Yogyakarta, untuk mengurus sepeda motornya yang ditahan di sana.
“Anak saya pamit akan pergi ke Polsek Jetis, Kota Yogyakarta, untuk mengurus sepeda motor yang ditahan di sana,” ungkap Jmd dengan nada sendu kepada Patmamedia.com.
Kabar tentang dugaan percobaan bunuh diri justru pertama kali diterima keluarga dari seorang pengemudi ojek online bernama Bowo, yang menelepon istri OIB, Mei, di Tambakboyo.
Mei kemudian menyampaikan kabar itu kepada Ny. Totok, tetangga mereka, yang meneruskan informasi ke rumah keluarga OIB.
Bgs, kakak OIB, segera menuju lokasi kejadian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian meminta Bgs untuk pulang sementara karena kronologi kejadian belum sepenuhnya jelas.
Hingga Senin pagi, keluarga masih menunggu kepastian dan berharap jika ada warga yang mengetahui keberadaan OIB untuk segera menghubungi pihak berwenang atau keluarga.
Suasana di rumah tampak diliputi kecemasan. Para tetangga berdatangan memberikan dukungan moral.
Bgs bersama Ketua RT Karangasem bahkan kembali ke Kretek untuk mencari informasi lanjutan.
Namun pada pukul 10.00 WIB, keluarga justru dikejutkan dengan kabar yang tak terduga: OIB ditemukan dalam keadaan sehat, tengah duduk santai dan menikmati soto di sebuah warung.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, OIB diketahui sebagai pasien rutin poli kejiwaan.(atm)