Platinum

Condongcatur Wakili Sleman di Lomba Posyandu DIY 2026, Kader dan Warga Bersatu

Wijatma T S
06 March 2026
.
Condongcatur Wakili Sleman di Lomba Posyandu DIY 2026, Kader dan Warga Bersatu

Kader Posyandu Kalurahan Condongcatur mempersiapkan diri untuk lomba. (PM-ist)

PAGI itu, suasana di Kalurahan Condongcatur terasa berbeda. Sejumlah kader Posyandu, perangkat kalurahan, hingga perwakilan organisasi perangkat daerah duduk bersama di Ruang Wacana Loka, Kamis (5/3/2026). Bukan sekadar rapat biasa. Ada semangat yang sama: mengantarkan Posyandu Condongcatur melangkah lebih jauh, mewakili Kabupaten Sleman dalam Lomba Posyandu tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2026.

Bagi para kader, kesempatan ini bukan hanya soal lomba. Ini adalah pengakuan atas kerja panjang yang selama ini mereka lakukan di tengah masyarakat.

Kalurahan Condongcatur dipilih setelah sebelumnya meraih Juara 1 Posyandu tingkat Kabupaten Sleman pada tahun 2025. Prestasi itu menjadi alasan kuat bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menunjuk Condongcatur sebagai wakil di tingkat provinsi.

Wakil Ketua TP Posyandu sekaligus Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi, SE mengatakan bahwa kepercayaan ini adalah hasil dari kerja bersama banyak pihak.

“Posyandu pada tahun 2025 telah bertransformasi menjadi Posyandu dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk melayani siklus hidup secara terintegrasi,” ujarnya.

Enam bidang pelayanan tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Transformasi ini merupakan amanat Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mendorong Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih luas dan terpadu.

Menurut Sri Hapsari, keikutsertaan Condongcatur dalam lomba ini diharapkan tidak sekadar mengejar prestasi, tetapi juga memotivasi Posyandu di wilayah lain untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Lomba ini diharapkan dapat memotivasi posyandu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Mari sukseskan lomba ini demi kesehatan masyarakat Sleman,” ungkapnya.

Semangat yang sama juga terlihat dari dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Rapat koordinasi tersebut dihadiri berbagai instansi seperti Dinas PMK, Dinas Kesehatan, BPBD, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas P3AP2KB, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPKP, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial hingga Satpol PP Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Ekowati, SH menjelaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan penerapan Posyandu 6 SPM di Sleman.

Ia menyebut, hingga saat ini Kalurahan Condongcatur telah membentuk 40 kelembagaan Tim Pembina Posyandu sebagai bagian dari penguatan pelayanan masyarakat.

“Hari ini kita hadirkan OPD Kabupaten dalam rapat persiapan lomba Posyandu tingkat DIY tahun 2026. Kabupaten Sleman akan diwakili oleh TP Posyandu Kalurahan Condongcatur,” jelasnya.

Tahap awal yang harus dilakukan tim Posyandu Condongcatur adalah mengunggah berbagai dokumen kegiatan yang mencerminkan penerapan enam SPM. Dokumen tersebut harus disertai bukti dukung yang valid dan diunggah melalui Google Drive paling lambat 8 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.

Jika berhasil masuk tiga besar, tim juri dari DIY akan melakukan penilaian lapangan langsung ke lokasi Posyandu.

Usai sesi arahan, peserta rakor kemudian dibagi dalam kelompok kerja sesuai bidang SPM. Ada yang membahas layanan pendidikan seperti PAUD dan pendidikan dasar, ada yang fokus pada kesehatan ibu hamil, imunisasi dan stunting, hingga kelompok yang menyiapkan data terkait infrastruktur air bersih, rumah layak huni, keamanan lingkungan, serta bantuan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Di balik semua data dan dokumen itu, sesungguhnya ada cerita tentang kerja gotong royong masyarakat. Para kader yang setiap bulan menimbang balita, memantau ibu hamil, mengunjungi lansia, hingga memastikan lingkungan tetap sehat.

Kini, kerja-kerja sunyi itu akan diuji di tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.

Namun bagi warga Condongcatur, kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah memastikan Posyandu tetap menjadi ruang pelayanan yang dekat dengan masyarakat, tempat di mana kesehatan, kepedulian, dan kebersamaan tumbuh dari tingkat kampung.

Griting

Baca Juga