Platinum

BNNK Sleman Ungkap Bahaya Vape Dicampur Narkoba, 218 Peserta Ikuti Webinar BRAVE

Wijatma T S
28 June 2026
.
BNNK Sleman Ungkap Bahaya Vape Dicampur Narkoba, 218 Peserta Ikuti Webinar BRAVE

Kepala Subbag Umum, Dayu Purnama A., S.H., M.H. (kiri), mewakili kepala BNNK Sleman menjadi narasumber dalam Webinar BRAVE. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Modus penyalahgunaan narkotika terus berkembang, salah satunya melalui cairan (liquid) vape yang dicampur zat narkoba. 

Untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman menjadi narasumber dalam Webinar BRAVE (Be Resilient Against Violence and Drugs) bertema "Fenomena Vape yang Dicampur Narkoba dalam Perspektif Farmakologi dan Hukum", Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting itu merupakan kolaborasi BNNK Sleman dengan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Mahasiswa AUSHAF Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. 

Sebanyak 218 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum mengikuti webinar secara interaktif.

Acara diawali dengan sambutan Ketua PIK Mahasiswa AUSHAF dan dosen pendamping, kemudian dilanjutkan pemaparan dari dua narasumber.

Dosen Fakultas Farmasi UII, Apt. Yulianto, S.Farm., M.P.H., mengupas fenomena vape yang dicampur narkoba dari perspektif farmakologi.

Sementara itu, Kepala BNNK Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya, S.I.K., M.H., yang diwakili Kepala Subbag Umum Dayu Purnama A., S.H., M.H., memaparkan aspek hukum penyalahgunaan vape narkoba.

Dalam paparannya, Dayu menjelaskan peta jaringan peredaran narkoba, perkembangan New Psychoactive Substance (NPS), hasil penelitian BNN RI mengenai kandungan vape narkoba, ketentuan hukum yang menjerat pelaku penyalahgunaan NPS, hingga strategi BNN dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN).

Ia menegaskan, penyalahgunaan narkotika melalui liquid vape merupakan modus baru yang patut diwaspadai karena sulit dikenali dan berpotensi menyasar generasi muda.

"Selain berdampak buruk bagi kesehatan dan menimbulkan kecanduan, penggunaan vape yang mengandung narkotika juga memiliki konsekuensi hukum yang serius," ujar Dayu.

Ia juga mengajak seluruh peserta memiliki keberanian menolak narkoba serta menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kepala BNNK Sleman Kombes Pol Teguh Tri Prasetya menyampaikan, penyelenggaraan webinar tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang mengusung tema "Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan ANANDA Bersinar menuju Indonesia Emas 2045."

Menurutnya, generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dilindungi dari ancaman narkotika agar mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.

"Kami berharap mahasiswa dan masyarakat semakin kritis terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba yang terus berkembang serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan Bersinar atau Bersih Narkoba," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas mahasiswa, dan masyarakat menjadi kunci memperkuat upaya P4GN di Kabupaten Sleman.

Ketua PIK Mahasiswa AUSHAF UII, Yumna Hanifah, mengapresiasi kesediaan BNNK Sleman menjadi narasumber dalam Webinar BRAVE.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan peserta mengenai bahaya narkoba, tetapi juga menumbuhkan semangat mahasiswa menjadi agen perubahan yang aktif mengampanyekan gaya hidup sehat, membangun budaya anti narkoba di lingkungan kampus, serta mendukung Gerakan ANANDA Bersinar menuju Indonesia Emas 2045.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai modus penyalahgunaan narkoba melalui vape dan langkah pencegahannya.

Melalui sinergi antara BNNK Sleman dan PIK Mahasiswa AUSHAF UII Yogyakarta, edukasi mengenai bahaya narkotika diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat upaya P4GN serta mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan Bersih Narkoba demi menyongsong Indonesia Emas 2045. (atm)

Dilarang

Baca Juga