HUT Sleman

Ariyanto Wibowo Nahkodai Gabsi DIY, Siap Populerkan Bridge hingga Sekolah

Wijatma T S
30 May 2026
.
Ariyanto Wibowo Nahkodai Gabsi DIY, Siap Populerkan Bridge hingga Sekolah

Ketua Pengda Gabsi terpilih Ariyanto Wibowo (tengah) didampingi formatur dan pimpinan sidang. (PM-ist)

Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Olahraga bridge di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditargetkan semakin dikenal masyarakat luas setelah Ariyanto Wibowo terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) DIY periode 2026-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda), Sabtu (30/5).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY itu langsung mencanangkan program besar untuk meningkatkan popularitas bridge, mulai dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi hingga komunitas masyarakat.

Dalam sambutannya, Ariyanto menegaskan, amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa olahraga bridge DIY berkembang lebih pesat.

"Saya sempat membuka berita-berita tentang bridge di DIY yang masih minim. Kegiatan bridge di DIY jarang terliput atau mungkin aktivitasnya belum banyak. Ini jauh berbeda dengan Jawa Timur yang banyak muncul ketika dicari di internet," kata Ariyanto.

Ariyanto yang akrab disapa Bowo menggantikan Akhmad Akhadi sebagai Ketua Pengda Gabsi DIY. Dalam kepemimpinannya, ia akan didampingi Iwan Prihastomo dan Arif Budiyanto sebagai anggota formatur yang bertugas menyusun kepengurusan masa bakti 2026-2030. Penyusunan kepengurusan ditargetkan rampung maksimal dalam dua pekan ke depan.

Menurut Bowo, salah satu prioritas utama kepengurusannya adalah memperluas basis pemain bridge sekaligus memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Kami ingin bridge lebih populer lagi dengan masuk ke sekolah, perguruan tinggi dan komunitas. Selain itu, pembinaan atlet akan dilakukan secara berkelanjutan mulai usia dini hingga senior," ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang solid, transparan, dan mampu bersinergi dengan seluruh pengurus kabupaten dan kota di DIY.

Bowo menilai dukungan dari seluruh pengurus daerah menjadi kunci keberhasilan program kerja yang akan dijalankan dalam empat tahun mendatang.

"Tanpa dukungan pengurus kabupaten dan kota, program tidak akan berjalan. Karena itu kami berharap seluruh pihak bisa bersama-sama membesarkan bridge di DIY," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI DIY, Nolik Maryono, mengatakan Musda tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua dan formatur baru, tetapi juga momentum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi pada periode sebelumnya.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui program-program yang belum terlaksana sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi agar dapat ditemukan solusi yang tepat.

"Musda bukan hanya memilih ketua umum dan formatur, tetapi juga ajang evaluasi program kerja pengurus sebelumnya. Jika ada program yang belum berjalan, perlu diketahui kendalanya sehingga bisa dicari solusinya," ujar Nolik. (atm)*

HUT Sleman

Baca Juga