Yayasan Kiwari, Rumah Harapan bagi Anak Yatim dan Lansia
Muh Sugiono / Nadi Mulyadi.
27 September 2025
.
Anak-anak penghuni Istana Yatim Kiwari diapit para pengsuhnya. (PM-Nadi Mulyadi)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Dari lahan wakaf seluas hampir dua ribu meter di Klepu, Minggir, Sleman, berdiri sebuah yayasan kecil yang menumbuhkan harapan besar. Yayasan Kiwari bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah bagi 63 anak yatim, pondok pesantren lansia, dan pusat pemberdayaan warga. Dengan semangat "Bersatu Kita Maju, Berkarya Semua Bahagia," yayasan ini ingin menghadirkan buah manis bagi seluruh umat yang disentuhnya.
Suhermanto (foto: NadiM)
Pembina Yayasan Kiwari, Suhermanto menjelaskan, yayasan ini berdiri di atas tanah wakaf dari H Kasturi dan dipimpin oleh KH Habibullah sebagai pengasuh pondok pesantren lansia.
“Kami ingin tempat ini menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus ruang pembelajaran bagi warga. Para lansia bisa tetap aktif, anak-anak yatim mendapatkan pendidikan, dan ibu-ibu bisa berdaya,” ujar Hermanto kepada Parmamedia yang menemui di kantornya, Jl. Godean Km.15 Klepu Sendangmulyo Minggir Sleman, Sabtu (27/9/2025).
SuhermantodanHKasturi di depan kantorYayasanKiwari (PM-NadiM)
Nama Kiwari berasal dari bahasa Sunda yang berarti kekinian, mencerminkan semangat untuk menjawab tantangan zaman. Selain itu, Kiwari juga merupakan akronim dari "Kita Warga Mandiri". Filosofi yayasan ini digambarkan seperti kehidupan sebatang pohon: yayasan adalah akar yang kokoh, umat menjadi batang pohon yang tumbuh kuat, dan hasil kegiatan yayasan adalah buah yang bisa dinikmati semua pihak.
Saat ini, Yayasan Kiwari memprioritaskan program pelatihan pertanian sehat melalui pengelolaan lahan panganthayyibah seluas 6.700 m2 yang dikelola tanpa bahan kimia. “Harapannya, hasil panen ini dapat dinikmati para penghuni pondok lansia, anak-anak yatim binaan, dan warga sekitar,” kata Suherman.
Menurutnya, program ini berangkat dari pemahaman bahwa pangan yang baik bukan hanya halal secara agama, tetapi juga sehat dan aman dikonsumsi. “Kami ingin warga tahu bagaimana cara menanam, memupuk, dan memanen dengan benar sehingga makanan yang dihasilkan membawa kebaikan bagi tubuh,” tambahnya.
KedekatanBuNgatinidengananak-anakpenghuniIstanaYatimKiwari (PM-Nadi M)
Pengasuh Istana Yatim, Bu Ngatini, mengaku telah mendampingi anak-anak sejak Yayasan Kiwari berdiri. “Saya senang menjadi pengasuh di sini karena setiap hari merasa seperti berada di tengah anak-anak sendiri. Anak-anak juga sudah menganggap saya sebagai ibu mereka,” tuturnya.
UstadzRakhim: jalanuntukhiduplebihbermanfaat. (PM-Nadi M)
Hal senada disampaikan oleh Ustadz Rakhim, pengasuh Bidang Pendidikan Yayasan Kiwari. Alumni UIN Kalijaga itu mengaku keterlibatannya di yayasan membuka jalan untuk hidup lebih bermanfaat. “Saya merasa masih lebih banyak menerima daripada memberi. Karena itu saya bertekad untuk lebih dekat dengan para santri dan memberi lebih banyak kepada mereka,” ujarnya.
Selain ketahanan pangan dan pendidikan, yayasan juga rutin mengadakan pengajian, pelatihan, dan kegiatan kebersamaan warga. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi napas dari seluruh program yang dijalankan Yayasan Kiwari.***