Platinum

Takmir Masjid Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Pemkal Condongcatur Serahkan Santunan Rp42 Juta

Wijatma T S
18 July 2025
.
Takmir Masjid Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, Pemkal Condongcatur Serahkan Santunan Rp42 Juta

Istri Danang Maharsa, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi hadir dan menyerahkan santunan JKM secara simbolis. (PM-ist)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Perhatian terhadap kesejahteraan pekerja sosial keagamaan makin meningkat. Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Depok dan BPJS Ketenagakerjaan Sleman menggelar Sosialisasi Program Jaminan Sosial bagi pengurus Takmir Masjid se-Kalurahan Condongcatur, Jumat (18/7/2025), di Ruang Wacana Loka, Condongcatur.

Acara ini dihadiri oleh seluruh pengurus takmir masjid yang tergabung dalam DMI Ranting Condongcatur serta perwakilan dari DMI Kabupaten Sleman, RS Condongcatur, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman. Hadir pula Istri Wakil Bupati Sleman, R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi yang turut menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris almarhum Isroni, Ketua RT 20 Tambakboyo Dero.

“Takmir masjid memiliki peran luar biasa, dari merancang kegiatan keagamaan hingga merawat tempat ibadah. Dalam menjalankan tugas tersebut, mereka tidak lepas dari risiko. Karena itu, penting bagi mereka mendapatkan perlindungan sosial yang memadai,” ujar Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP.

R.Ay Sri Hapsari Suprobo Dewi menyerahkan secara simbolis Santunan BPJS ketenagakerjaan (JKM) didampingi Lurah Reno dan disaksikan disaksikan Taufik Seno Nugroho petugas BPJS KT dan DMI, kepada ahli waris Ketua RT 20 Tambakboyo yang meninggal dunia. (PM-ist)


Dalam kesempatan tersebut, santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 juta diserahkan kepada Sri Pujiati, istri almarhum Isroni, sebagai bentuk implementasi perlindungan sosial. Almarhum terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan melalui inisiatif Kalurahan Condongcatur untuk menjamin seluruh Ketua RT dan RW.

“Semoga santunan ini bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Ini adalah bukti bahwa kerja sosial tidak hanya mendapat penghargaan moral, tetapi juga perlindungan nyata,” kata Sri Hapsari.

Ketua DMI Kapanewon Depok, Suryadi menyampaikan, di Condongcatur terdapat 83 masjid dan 21 mushola. Ia berharap seluruh takmir dapat menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami akan lakukan sosialisasi maraton: setelah Condongcatur, pekan depan di Maguwoharjo, lalu Caturtunggal. Tujuannya agar takmir semakin semangat dan tenang dalam menjalankan amanah keagamaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DMI Kabupaten Sleman, Dumono, menegaskan program ini merupakan implementasi Perbup Sleman No. 45 Tahun 2022 tentang perluasan jaminan sosial bagi pekerja rentan, termasuk takmir, imam, muazin, dan marbot masjid.

Baca juga : Wow! Condongcatur Juara 1 Nasional, Ini Rahasia Suksesnya!

Petugas BPJS Ketenagakerjaan Sleman, Taufik Seno Nugroho, menjelaskan prosedur pendaftaran cukup mudah, hanya memerlukan KTP dan SK dari DMI. Iurannya pun sangat terjangkau: Rp10.800 per bulan.

“Kerja ikhlas saja tidak cukup. Takmir perlu jaminan jika terjadi kecelakaan atau musibah. BPJS hadir untuk itu,” tegasnya.

Selain pemaparan dari BPJS, RS Condongcatur dan BSI juga memberikan informasi layanan pendukung yang bisa dimanfaatkan takmir masjid dalam mendukung tugas sosial dan keagamaannya.

Sosialisasi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para takmir antusias menanyakan seputar manfaat dan mekanisme program, menandakan meningkatnya kesadaran pentingnya jaminan sosial bagi pekerja keagamaan.(atm)

Dilarang

Baca Juga