.
Dukuh Ngincep dan Jogonandan menabur benih ikan di Sungai Kramat bersama anggota Bamuskal Triwidadi. (PM-Wagino)
Patmamedia.com (BANTUL) – Upaya menjaga kelestarian ikan lokal di Kabupaten Bantul mulai mendapat bentuk konkret. Melalui kegiatan restocking ikan lokal di Sungai Keramat, wilayah Ngincep dan Jogonandan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mendorong terbentuknya suaka perikanan berbasis kearifan lokal yang tak hanya bermanfaat secara ekologis, tapi juga ekonomi dan wisata.
Pengawas perikanan DKP Bantul, Irawan Waluyo Jati menjelaskan, kegiatan restocking ikan lokal pada Senin (10/11) merupakan tindak lanjut dari bimbingan teknis pelestarian dan pengawasan keanekaragaman ikan endemik dan lokal yang digelar 21 Oktober 2025 lalu.
“Output-nya adalah kami dari DKP mendorong masyarakat untuk menginisiasi suaka perikanan yang nantinya bisa menjadi sebuah kearifan lokal,” ujar Irawan.
“Dulu di sungai-sungai sekitar kita, ikan sangat berlimpah. Tapi sekarang banyak jenis yang berkurang, bahkan punah. Dengan suaka perikanan, diharapkan populasi ikan lokal bisa kembali seperti dulu,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, DKP Bantul menebar 4.200 ekor ikan nilem dan ikan tawes di Sungai Keramat. Langkah ini diharapkan menjadi awal kebangkitan populasi ikan lokal sekaligus penguatan ekosistem perairan.
Irawan menyebutkan, ada empat manfaat utama dari pembentukan suaka perikanan. Pertama, konservasi sumber daya ikan agar jenis dan jumlah ikan meningkat. Ke dua, peningkatan ekonomi masyarakat, karena suaka perikanan bisa menjadi penggerak ekonomi lokal.
Ke tiga, pemenuhan protein hewani, sebab masyarakat tetap dapat memanfaatkan zona pemanfaatan tanpa merusak zona inti, dan yang ke empat potensi wisata baru, berupa atraksi memberi makan ikan lokal di sungai yang dikembangkan menjadi ekowisata.
“Harapannya, suaka perikanan ini ke depan bisa ditetapkan lewat SK Lurah dan menjadi kawasan konservasi berbasis wisata,” jelasnya.
Sementara itu, Dukuh Ngincep, Subiyana, menyambut baik program tersebut.
“Dengan ditebar benih ikan, semoga populasi ikan akan ada kembali dan ke depan bisa dinikmati anak cucu kita,” ujarnya.
Kawasan Sungai Keramat diharapkan menjadi model pelestarian ikan lokal berbasis masyarakat, di mana konservasi, ekonomi, dan wisata dapat berjalan berdampingan demi keberlanjutan sumber daya perairan Bantul. (wag)
Editor: Wijatma TS