.
Para pemuda dari sejumlah kalurahan di wilayah Kapanewon Berbah antusias mengikuti silaturahmi. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Mbah Wanto Center (MWC) menggelar silaturahmi bersama alumni Sekolah Kader Perubahan pada Ahad (15/3/2026) di Resto Oemah Dhahar Mbah Wanto, Jalan Sampaan–Berbah, Kuton, Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, DIY.
Kegiatan ini diikuti para pemuda dari sejumlah kalurahan di wilayah Kapanewon Berbah yang sebelumnya telah mengikuti program Sekolah Kader Perubahan pada tahun lalu.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun para peserta dari lingkungan sekitar.
Ketua MWC, Heriyanto, SH mengatakan, forum ini menjadi wadah bagi para alumni untuk menyampaikan usulan, gagasan, serta harapan warga yang nantinya akan dibahas bersama sebagai bahan diskusi dalam upaya mendorong perubahan di masyarakat.
“Harapannya dari berbagai aspirasi warga akan muncul satu titik penting yang bisa menjadi fokus untuk melakukan perubahan yang mendasar,” ujar Heriyanto.
Sementara itu, Pembina MWC Mbah Wanto, ST yang juga anggota DPRD Kabupaten Sleman mengaku bangga dengan semangat para pemuda yang tetap meluangkan waktu berkumpul di tengah menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, kehadiran para alumni menunjukkan komitmen untuk bergerak bersama demi kepentingan yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semangat seperti ini harus dijaga sebagai modal untuk melakukan perubahan menjadi yang terbaik,” kata Mbah Wanto saat memberikan motivasi kepada para kader muda tersebut.
Dijelaskan, Sekolah Kader Perubahan merupakan program yang lahir dari tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nomor 1 Tahun 2025 tentang sistem kaderisasi.
Program ini menyasar pemuda berusia 19 hingga 35 tahun yang dinilai berada pada usia produktif, memiliki stabilitas emosi, serta mampu mengembangkan potensi untuk kemajuan bangsa.
Melalui program ini, para peserta diharapkan memiliki wawasan politik yang lebih luas, memahami arah tujuan berpolitik, serta menjunjung tinggi adab dan moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Berpolitik bukan sekadar soal perolehan kursi dewan, tetapi bagaimana memperbaiki arah tujuan berpolitik agar lebih bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Mbah Wanto.
Ia menambahkan, yang terpenting adalah kesadaran para pemuda sebagai kader perubahan terhadap tanggung jawab yang mereka emban beserta segala konsekuensinya.
Dalam kesempatan terpisah, pendamping hukum MWC, Fedryansah Gea Arrysal, SH mengingatkan, kader perubahan juga perlu memiliki pemahaman hukum dalam setiap langkah yang diambil.
Hal tersebut dinilai penting agar upaya melakukan perubahan tidak justru bertentangan dengan aturan yang berlaku.
“Jika ada persoalan hukum atau keraguan dalam bertindak, jangan sungkan untuk menghubungi tim kami. Kami siap memberikan pemahaman serta pendampingan hukum secara maksimal dan berimbang,” ujarnya.