HUT Sleman

Sewindu Algojo: Gowes Bareng, Tanam Pohon, dan Berbagi di Green Kayen

Wijatma T S
26 April 2025
.
Sewindu Algojo: Gowes Bareng, Tanam Pohon, dan Berbagi di Green Kayen

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengibas bendera start melepas peserta gowes HUT Algojo. (PM-Jatmo)

Patmamedia.com (SLEMAN) – Merayakan sewindu kiprahnya, Komunitas Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) kembali menggelar perayaan ulang tahun yang dirangkai dengan acara Syawalan 1446 H. Mengusung semangat "Goweser Bersahabat dengan Alam," Algojo mengadakan Gowes Bareng (GOBAR) dengan start dari Halaman Kalurahan Condongcatur dan finish di Green Kayen, Depok, Sleman, Sabtu (26/4/2025).

Tak kurang dari 800 goweser dari 97 komunitas sepeda di DIY, Muntilan, dan Magelang ikut ambil bagian dalam acara ini. Mereka menempuh rute sepanjang 18 kilometer, dengan dipandu tim marshal yang sigap mengarahkan peserta melintasi jalur yang telah disiapkan. 

Namun, lebih dari sekadar bersepeda, perayaan sewindu Algojo kali ini juga menjadi momen untuk berbuat nyata bagi lingkungan. Alih-alih membawa cinderamata seperti biasanya, para komunitas yang hadir diminta membawa satu bibit pohon untuk ditanam di area Green Kayen, sebuah destinasi wisata baru di Condongcatur. Selain itu, Algojo juga berbagi kebahagiaan lewat santunan sembako dan uang tali asih kepada 20 anak yatim dari Kayen dan Krikilan.

Ketua Algojo, Gianto, menjelaskan langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian komunitas sepeda terhadap penghijauan dan masyarakat sekitar.

"Daripada memberikan cinderamata, kami minta setiap komunitas membawa satu bibit pohon untuk penghijauan Green Kayen. Selain itu, seperti biasanya, kami juga mengadakan bhakti sosial," ujarnya.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pembagian doorprize, mulai dari dua unit sepeda, mesin cuci, kompor gas, kipas angin, hingga berbagai hadiah menarik lainnya. Sebanyak 800 mangkuk bakso gratis, jajanan pasar, serta minuman segar turut disajikan untuk para peserta, hasil kolaborasi dengan UMKM lokal. 

Pembina Algojo yang juga Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menegaskan acara ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antarpecinta sepeda.

"Semoga setiap kayuhan sepeda tidak hanya menyehatkan raga, tapi juga mempererat persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan," katanya.

Tak ketinggalan, Sesepuh Goweser DIY, Heru Rasya, turut memberikan apresiasi. Ia berharap Algojo terus menjadi wadah yang menginspirasi komunitas sepeda lain dengan semangat guyub dan kreatif, terutama dalam mengemas kegiatan gowes dengan nilai-nilai sosial dan promosi wisata.

Bagi para peserta, acara ini terasa istimewa. Hesti Retnowati, Ketua Komunitas G4S Jogja, mengungkapkan kegembiraannya. 

"Biasanya event seperti ini berbayar, tapi di sini gratis, masih dapat makan bakso, snack, dan banyak doorprize. Terima kasih Algojo, semoga tetap rukun dan jaya!" tuturnya.

Penuh dengan semangat kebersamaan, penghijauan, dan berbagi, sewindu Algojo menjadi bukti bahwa bersepeda bisa lebih dari sekadar hobi — tetapi juga sarana untuk mencintai alam dan mempererat persaudaraan.

Dilarang

Baca Juga