HUT Sleman

Ngerti Lan Seneng Aksara Jawa Kanggo Mbangun Generasi Muda.

19 March 2022
.
Ngerti Lan Seneng Aksara Jawa Kanggo Mbangun Generasi Muda.

20 siswa dan siswi kelas 4 dan 5 duta SD N Kasihan beserta Kabid Kebudayaa dan Kepsek SD N Kasihan,Tamantirto,Bantul. (PM/ Muhammad Arifin)

Bantul (PM) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul melalui seksi Bahasa dan Sastra, menyelenggarakan kegiatan Pawiyatan Aksara Jawa.  Mengusung tema "Ngerti Lan Seneng Aksara Jawa Kanggo Mbangun Generasi Muda", kegiatan  digelar di Kapanewon Kasihan, Sabtu (19/03/2022), dalam rangka pengembangan bahasa dan sastra,

Acara  pembukaan digelar di Gedung 2 SD Negeri Kasihan, Bantul. Sebanyak 20 siswa kelas 4 dan 5 duta dari SD N di Kasihan mengikuti acara tersebut. Kegiatan ini merupakan program yang erencananya akan dilaksanakan di 6 Rintisan Desa Budaya. Di antaranya Desa Wukirsari Imogiri, Desa Baturetno, Banguntapan,  Desa Jatimulyo Dlingo, Desa Guosari, Pajangan, Desa Tamantirto, Kasihan dan Desa Timbulharjo, Sewon.

 Kelpala Bidang SD Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul Edy Sutrisno, M.Pd, menjelaskan,  Pawiyatan Aksara Jawa  ini menggunakan metode pembelajaran “ Cara Ngapak“. Berdasarkan pertimbangan dan masukan dari berbagai pihak, karena selama ini metode menghafal aksara Jawa dengan Ha, Na, Ca, Ra, Ka, dan seterusnya dirasakan masih sulit. 

"Dengan menggunakan metode “ Cara Ngapak “, siswa tidak harus menghafal 20 huruf,akan tetapi 5 huruf yang selanjutnya dilakukan dengan logika dan permainan, sehingga tidak terasa aksara Jawa akan tertanam di dalam ingatan para siswa," tuturnya.

Kegiatan bertujuan supaya aksara jawa lebih  memasyarakat, terutama dikalangan generasi muda. Selain itu juga sebagai support agar Aksara Jawa dapat mendunia. Pawiyatan aksara Jawa ini menargetkan peserta yang mengikuti kegiatan secara penuh selama 8 hari dapat membaca dan menulis dengan menggunakan aksara Jawa.

"Kami juga memberikan apresiasi kepada Kepala Sekolah SD Negeri Kasihan atas semangat dan karya nyatanya menjadi satu-satunya sekolah yang memunculkan tema di setiap kelas," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD N Kasihan, Harsiana wardani, S.Pd mengatakan, sekolah ini juga menyelenggarakan kegiatan pelestarian budaya Jawa sekaligus mendukung Desa Tamantirto sebagai Rintisan Desa Budaya.

"Kami juga menerapkan di SD Kasihan ini metode pembelajaran yang berbasis budaya. Kami menyelenggarakan kegiatan dalam rangka ikut melestarikan budaya Jawa, sekaligus memberikan dukungan untuk Desa Tamantirto sebagai salah satu rintisan Desa Budaya." jelasnya.***g

 

Dilarang

Baca Juga