HUT Sleman

Masjid Wanitatama, Digagas Para Wanita  untuk Pemajuan Peran Wanita

Nadi Mulyadi
16 September 2023
.
Masjid Wanitatama, Digagas Para Wanita  untuk Pemajuan Peran Wanita

Para tokoh perempuan Yogyakarta dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Wanitatama, Jumat 15 September 2023. (PM-dokumen KOWANI)

Yogyakarta (PM) -- Yayasan Hari Ibu KOWANI melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid Wanitatama di Kompleks Gedung Mandala Bhakti Wanitatama (MBW), Jumat 15 September 2023. Ini merupakan masjid pertama di Indonesia yang pembangunannya digagas oleh para wanita.

Tidak berlebihan jika pembagunan Masjid Wanitatama tersebut juga layak ditorehkan sebagai sebuah pencapaian dalam sejarah perjuangan wanita di Yogyakarta. Menempati lokasi di kompleks Gedung MBW Jalan Laksda Adisucipto 88 Yogyakarta karena di tempat itulah pada tahun 1953 Monumen Museum Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia didirikan.

Seremonial peletakan batu pertama Masjid Wanitama dilaksanakan oleh para wanita yang tergabung dalam Indonesia Women Center yang merupakan unit kegiatan di bawah naungan Yayasan Hari Ibu KOWANI. Para tokoh perempuan yang juga penggagas pendirian Masjid tersebut adalah Dr. Giwo Rubianto Wiyogo, Prof. Wiendu Nuryanti Ph.D, Prof. Endang Sumiyarni, Dr. Suhatmini Hardyastuti, Dr. Mahirta, Dr. Mutia, Dr. Budi Wahyuni dan didukung oleh sederetan tim perempuan tangguh yang mencanangkan Gedung Wanita sebagai pusat pemajuan perempuan di segala bidang.

Acara juga dihadiri oleh kalangan tokoh-tokoh perempuan yang secara aktif memperjuangkan penguatan peran perempuan, khususnya tokoh yang concern pada permasalahan kesetaraan gender dengan segala persoalan-persoalannya yang rumit.

Masjid Wanitatama dirancang sebagai satu kesatuan dengan fasilitas pemajuan perempuan lainnya di Kompleks MBW. Jika masjid lain biasanya didominasi oleh peran laki-laki, maka masjid ini dibangun dengan konsep kesetaraan gender dalam arti seluas-luasnya. Dengan begitu keberadaannya kelak diharapkan dapat membuka fungsi sebagai sarana untuk menyosialisasikan pentingnya peran perempuan dalam segala bidang kehidupan, dan sekaligus memerangi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat umum selain bisa memanfaatkan fasilitas Masjid Wanitatama sebagai tempat beribadah juga bisa mendapatkan berbagai pendampingan, solusi dan bantuan konseling, serta binaan-binaan lainnya yang terkait dengan penguatan dan pemberdayaan perempuan.

Acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Wanitatama juga dilaksanakan bersamaan dengan peringatan HUT Ke-65 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Rini YHI-KOWANI. SMK Karya Rini merupakan salah satu SMK yang tertua di Yogyakarta. Dalam sejarahnya, pada tahun 1954 berkumpul beberapa perempuan muda dari desa-desa di sekitar Gedung Persatuan Wanita. Mereka kemudian diberikan kursus-kursus keterampilan, berupa kursus menjahit dengan tangan, membuat pakaian bayi, merenda dan menyulam. Kursus ketrampilan inilah yang menjadi  cikal bakal pendirikan SMK Karya Rini.

Perayaan HUT SMK Karya Rini dimeriahkan dengan peragaan busana batik hasil desain guru dan siswa. Adapun  pendanaan peragaan busana batik lawasan tersebut mendapatkan hibah dari Dinas kebudayaan Kabupaten Sleman.

Busana batik yang diperagakan oleh siswi SMK Karya Rini tersebut terinspirasi dari beragam motif batik lawasan khas Yogyakarta yang dikenakan oleh para wanita yang menghadiri Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada tahun 1928 di Ndalem Djojodipuran,  sebelum akhirnya mendirikan Kompleks mandala Bhakti Wanitatama atau yang dikenal dengan Gedung Wanita.

Selain busana batik hasil desain guru dan siswa SMK Karya Rini, dipamerkan pula koleksi batik lawasan  milik  para Pengurus Yayasan Hari Ibu. Dari seluruh rangkaian acara tersebut, panitia memohon doa restu dari seluruh masyarakat  agar pembangunan Masjid Wanitatama dapat selesai dalam kurun waktu 6 bulan ke depan sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk beribadah dan sebagai sarana pemajuan peran perempuan di segala bidang. ***

editor: muh sugiono

Dilarang

Baca Juga