.
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, menyampaikan materi saat menjadi dosen tamu di STPMD, Selasa (25/11). (PM-ist)
Patmamedia.com (YOGYAKARTA) – Pengelolaan aset desa yang tertib, transparan, dan produktif menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., saat menjadi dosen tamu dalam kuliah Kapita Selekta Pemerintahan Program Magister Ilmu Pemerintahan STPMD “APMD” Yogyakarta, Selasa (25/11/2025). Kegiatan berlangsung di Ruang B.1 Pascasarjana Ilmu Pemerintahan dan diikuti 17 mahasiswa angkatan 34 yang berasal dari beragam latar belakang profesi.
Dengan topik “Optimalisasi Aset Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”, Reno menegaskan, aset desa memiliki potensi besar sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADesa) jika dikelola secara profesional. Aset berupa tanah kas desa, fasilitas publik, potensi ekonomi lokal, hingga aset sosial harus dikelola melalui tata kelola partisipatif dan berbasis kebutuhan warga.
Reno memaparkan capaian pengelolaan aset Kalurahan Condongcatur pada tahun berjalan. “Hingga Oktober 2025, Aset Kalurahan Condongcatur telah menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2,1 miliar. Pendapatan ini berasal dari Tanah Kas Desa, pasar desa, ruko, gedung pertemuan, serta lapangan kalurahan. Angka ini menunjukkan bahwa aset desa adalah sumber PADesa yang kuat bila dikelola secara tertib dan transparan,” jelasnya.
Pendapatan tersebut, lanjutnya, dikembalikan kepada masyarakat melalui program-program pemerataan pembangunan. Salah satunya adalah Bantuan Pembangunan Fisik Rp 40 juta untuk setiap RW setiap tahun, sehingga setiap wilayah mendapatkan porsi pembangunan yang adil dan sesuai kebutuhan.
Selain pembangunan fisik, pendapatan aset desa juga digunakan untuk mendukung kelompok seni, budaya, keagamaan, kepemudaan, olahraga, UMKM, kelompok tani, kelompok ternak, hingga kelompok wanita tani (KWT).
Tujuannya, kata Reno, adalah membentuk masyarakat Condongcatur yang semakin sejahtera, mandiri, dan produktif.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa dalam manajemen aset, integrasi perencanaan pembangunan dengan potensi aset, serta kemitraan strategis antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak ketiga.
“Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya desa yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama,” imbuhnya.
Reno turut menyoroti peran penting akademisi dan mahasiswa sebagai agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa berperan sebagai fasilitator dan pengawas sosial yang memastikan bahwa pengelolaan aset desa berjalan transparan dan manfaatnya kembali kepada warga.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Sri Widayanti menyampaikan, kehadiran praktisi pemerintahan desa dalam kuliah Kapita Selekta memiliki nilai strategis untuk memperkuat pemahaman teoritis mahasiswa.
Ia menjelaskan, kuliah tamu ini dirancang untuk memperkaya perspektif mahasiswa mengenai tantangan regulatif, kelembagaan, hingga strategi inovasi dalam pengelolaan aset desa.
“Pemaparan yang diberikan tidak hanya membuka perspektif baru, tetapi juga memberikan contoh konkret yang dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan kebijakan dan inovasi di tingkat desa. Pada kesempatan lain, kami berharap dapat kembali mengundang beliau dengan tema yang relevan,” ujarnya. (atm)