.
Ketua PBI Bagiya Rahmadi. (PM-Roberto Gusta)
Kulonprogo (PM) – Lomba burung menjadi wadah keberhasilan bagi para pelestari burung menangkarkan satwa yang harus dilindungi dari kepunahan.
Ketua PBI (Pelestari Burung Indonesia) Bagiya Rahmadi mengungkapkan dalam setiap lomba, burung yang diikutkan lomba merupakan dari hasil penangkaran. Bukan dari hasil tangkapan di alam bebas.
“Lomba burung bukan tujuan akhir PBI tetapi menjadi wadah keberhasilan para pelestari menangkarkan burung,” kata Bagiya Rahmadi di sela-sela menghadiri lomba burung berkicau Bupati Kulonprogo Cup ke – 4 di PHT (Pasar Hewan Terpadu), Minggu (7/8).
Bersamaan terbentuknya PBI, katanya upaya penangkaran burung sudah dilakukan sejak 1973. Dalam kurun waktu 43 tahun belum semua burung berkicau berhasil ditangkarkan.
Menurutnya, PBI sampai akhir 2022 mentargetkan mampu menangkarkan lima jenis burung berkicau seperti cucak rawa, murai, anis kembang, branjangan dan burung kacer.
“Lima jenis burung tersebut tahun ini sudah berhasil ditangkarkan. Kemudian pada tahun 2023, pelestari terus menangkarkan burung kacer selain jenis burung lain,” jelasnya.
Menanggapi pelaksaan lomba burung berkicau Bupati Kulonprogo Cup ke-4, katanya gantangan untuk lomba burung di PHT Pengasih menjadi fasilitas pendukung terbaik di Indonesia.
Sepanjang menjadi pengurus PBI nasional, belum ada gantangan lomba sebaik di Kulonprogo. Fasilitas lomba memenuhi syarat untuk menggelar event tingkat nasional.***