.
Ketua DPRD Sleman, Y Gustan Ganda, meninjau aksi donor darah di kompleks Gereja Santo Crisostomus Pojok. (PM-ist)
Patmamedia.com (SLEMAN) – Ketua DPRD Kabupaten Sleman Y Gustan Ganda meninjau aksi sosial donor darah yang digelar Dewan Stasi Pojok di kompleks Gereja Santo Crisostomus Pojok, Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat agar tidak takut mendonorkan darah.
Dalam kegiatan yang berlangsung di wilayah Paroki Klepu tersebut, tercatat sebanyak 85 warga mendaftar sebagai pendonor. Namun setelah melalui pemeriksaan kesehatan, hanya 71 orang yang memenuhi syarat untuk diambil darahnya. Sementara sisanya tidak dapat mendonor karena kadar hemoglobin (HB) rendah.
Ketua Stasi Pojok, Paulus Yatno menjelaskan, kegiatan donor darah sudah menjadi agenda rutin gereja selama bertahun-tahun.
Setiap tahun, kegiatan ini digelar dua kali, yakni saat peringatan Hari Ulang Tahun Gereja Santo Crisostomus pada September serta pada bulan puasa.
“Kegiatan ini kami selenggarakan untuk membantu PMI Sleman memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Berdasarkan informasi dari PMI, setiap bulan puasa biasanya terjadi kekurangan stok darah,” ujar Yatno.
Ia menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan frekuensi kegiatan donor darah akan ditambah jika dukungan masyarakat semakin meningkat.
Sementara itu, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda mengapresiasi inisiatif Dewan Stasi Pojok yang konsisten menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan tersebut.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam aksi donor darah.
Menurutnya, kebutuhan darah di Kabupaten Sleman cukup tinggi. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sepanjang 2025 lalu PMI Sleman mengalami kekurangan lebih dari 12.000 kantong darah atau sekitar 1.000 kantong setiap bulan.
“Kebutuhan darah di Sleman cukup besar. Semoga kegiatan donor darah seperti ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk ikut berpartisipasi,” katanya.
Gustan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati Sleman untuk mencari solusi dalam mengatasi kekurangan stok darah di PMI.
Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan masyarakat yang membutuhkan transfusi darah tidak mengalami kesulitan mendapatkan pasokan. (atm)*