.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul (tengah) bersama Panewu Nglipar dan Lurah Katongan Jumawan (ke dua kanan) saat pencanangan Katongan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya. (PM-ist)
Patmamedia.com (GUNUNGKIDUL) – Kalurahan Katongan terus menegaskan diri sebagai salah satu desa budaya paling progresif di Daerah Istimewa Yogyakarta. Lurah Katongan, Jumawan, menyampaikan, gelaran Potensi 4 Pilar yang dilaksanakan pada 26 November 2025 merupakan bukti nyata komitmen Kalurahan Katongan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya.
“Gelar potensi kemarin menjadi wujud komitmen kami sebagai Kalurahan Mandiri Budaya. Kami tampilkan empat pilar sekaligus sebagai tanggung jawab atas status mandiri budaya yang telah kami raih,” ujar Jumawan.
Katongan menjalani proses penilaian ketat oleh Pemda DIY sebanyak tiga kali dan berhasil lolos sebagai Kalurahan Mandiri Budaya pada 2023. Tahun berikutnya, Katongan mendapatkan alokasi anggaran Mandiri Budaya 2024, dan kini memasuki tahun kedua di 2025.
Hasil evaluasi terbaru bahkan menempatkan Katongan dalam 5 besar dari 22 Kalurahan Mandiri Budaya se-DIY, sebuah capaian yang menurut Jumawan menjadi motivasi kuat untuk terus mengembangkan potensi yang ada.
Dalam gelar potensi tersebut, Katongan menampilkan empat pilar utama: budaya, wisata, prima preneur, dan penguatan program 2025. Acara tersebut dipusatkan di Objek Wisata Punthuk Kepuh, yang kini mulai memberikan sumbangan Pendapatan Asli Kalurahan (PAD).
“Walaupun belum besar, Punthuk Kepuh sudah menyumbang PAD. Ini langkah awal, pelan tapi pasti,” jelasnya.
Katongan kini menyusun paket wisata terpadu yang terdiri dari Madu Lanceng, Punthuk Kepuh, Lembah Oya Aluvera, dan Pesona 17. Keempatnya dirancang sebagai satu kesatuan paket kunjungan sehingga wisatawan dapat menikmati beragam pengalaman dalam satu kali perjalanan.
“Kami berharap wisata bisa bangkit. Paket empat wisata ini menjadi pemicu kunjungan yang lebih maksimal,” tutur Jumawan.
Selain wisata, Katongan juga membangun penguatan budaya melalui pemetaan potensi setiap padukuhan. Ada Dusun pertanian, Dusun peternakan, Dusun njawa, Dusun olahraga, Dusun seni, dan Dusun kuliner.
Setiap dusun menampilkan kekhasannya sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman budaya yang beragam ketika berkunjung.
Sektor UMKM juga menjadi perhatian utama. Menurut Jumawan, UMKM Katongan kini berkembang cukup pesat dan ke depan akan dipusatkan melalui sentra produksi yang sedang dipersiapkan perizinannya.
“Produk kuliner akan kami pusatkan di area kalurahan. Ini penting untuk memperkuat identitas dan memudahkan promosi,” ujarnya.
Dengan berbagai program tersebut, Jumawan optimistis Katongan akan terus berkembang.
“Katongan ini pelan tapi pasti merangkak menuju pengembangan wisata dan budaya. Potensi kami banyak, tinggal kami maksimalkan,” pungkasnya. (wag)
Editor: Wijatma TS