Platinum

Jwala Budaya Sleman Bersinar di TMII, Perkuat Diplomasi Budaya dan Ekonomi Daerah

Nadi Mulyadi
21 June 2026
.
Jwala Budaya Sleman Bersinar di TMII, Perkuat Diplomasi Budaya dan Ekonomi Daerah

Penampilan sendratari "Jwala Mahambara" yang dibawakan para seniman Kabupaten Sleman di anjungan DIY TMII. (PM-ist)

Patmamedia.com (JAKARTA) – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya menjadikan budaya sebagai instrumen diplomasi sekaligus penggerak ekonomi daerah melalui gelaran Pesona Budaya Nusantara bertajuk “Jwala Budaya Sleman” di Anjungan DIY, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (20/6) malam.

Acara yang dihadiri Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Wakil Ketua DPRD Sleman Ani Martanti, sejumlah duta besar negara sahabat, serta tamu undangan lainnya itu menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan identitas budaya Sleman kepada publik nasional dan internasional.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menekankan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan inovasi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. 

Menurutnya, budaya tidak hanya berfungsi sebagai warisan leluhur, tetapi juga memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi budaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal.

"Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan napas kehidupan yang terus bergerak dan berkembang dinamis," ujar Harda.

Ia menegaskan, melalui kegiatan ini Pemkab Sleman ingin menunjukkan budaya mampu menjadi kekuatan pembangunan yang berdampak luas bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Sleman sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan, kebudayaan merupakan fondasi utama yang membentuk cara masyarakat memahami dirinya, lingkungannya, dan masa depannya.

Menurut Sultan, pelestarian budaya tidak boleh dimaknai sebagai upaya membekukan masa lalu. 

Sebaliknya, budaya harus terus dihidupkan dan dikembangkan agar menjadi energi yang menerangi perjalanan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.

“Saya berharap agenda ini tidak berhenti sebagai seremonial belaka, melainkan menjadi ikhtiar jangka panjang untuk memperluas ruang apresiasi budaya sekaligus memperkuat posisi budaya sebagai pondasi pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Puncak acara semakin memukau dengan penampilan sendratari "Jwala Mahambara" yang dibawakan para seniman Kabupaten Sleman. 

Pertunjukan tersebut menggambarkan kobaran semangat Bumi Merapi sekaligus merefleksikan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan sejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sleman.

Melalui “Jwala Budaya Sleman”, Pemkab Sleman tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mengirimkan pesan budaya merupakan aset strategis yang mampu memperkuat identitas daerah, memperluas jejaring diplomasi, serta membuka peluang ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (atm)*

Dilarang

Baca Juga